Sebagian Konsumen Rumah Masih Inginkan Subsidi Lama

Kompas.com - 05/11/2010, 22:10 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com -  Sebagian konsumen rumah sejahtera tapak dan rumah sejahtera susun di Jawa Barat masih menginginkan mendapatkan subsidi uang muka. Sistem tersebut diterapkan dalam pola subsidi yang lama namun kini sudah dihentikan.

Sekretaris Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Pengembang, Perumahan, dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Jabar Wawan Dermawan di Bandung, Jumat (5/11), mengatakan, konsumen sebenarnya mampu membayar cicilan namun tak sanggup melunasi uang muka.

Akhirnya pinjam uang lagi untuk bayar uang muka. Angsuran jadi dua. Padahal, uang muka rumah sejahtera susun bisa mencapai 20 persen dari harga unit, katanya.

Pola subsidi yang baru yakni fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) berbentuk kredit pemilikan rumah sejahtera tapak dengan suku bunga sebesar 8,15-8,5 persen per tahun. Adapun suku bunga untuk kredit pemilikan rumah sejahtera susun sebesar 9,25-9,95 persen.

Keringanan untuk konsumen yakni, suku bunga yang diberikan jumlahnya tetap selama jangka waktu kredit. Fasilitas tersebut diterapkan sejak Oktober 2010. Adapun pola lama yang berlaku sejak 2007 hingga akhir tahun 2009 berbentuk subsidi uang muka ringan 12,5 persen dari harga rumah, bantuan uang muka Rp 5-7 juta, subsidi suku bunga kredit 2,5 persen , dan bebas pajak pertambahan nilai.

Wawan menambahkan, pengembang masih dihantui persoalan perizinan. Pengembang menghendaki proses yang cepat tanpa harus dibebani kewajiban berbagai macam pajak. Jangan bayar terus tapi tetap lama. Itu tak baik untuk dunia usaha, katanya.

Saat ini, pengembang masih dikenakan pajak berulang-ulang (multiple tax). Para pengembang dikenakan pajak sejak membeli tanah hingga tahap penjualan hunian. Wawan mengatakan, mereka akhirnya membebankan biaya itu kepada konsumen.

"Kasihan konsumen. Kenapa pajak tidak dikenakan sekaligus. Pajak seharusnya diberlakukan sekali saja," katanya. (Dwi Bayu Radius)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau