Jakarta, Kompas -
Menteri BUMN Mustafa Abubakar, Jumat (5/11) malam di Jakarta, mengungkapkan, keempat anggota tim itu profesional dan berpengalaman di bidang masing-masing serta memiliki integritas. ”Banyak pakar dan ahli lain yang memiliki integritas, profesionalitas, dan pengalaman hebat. Tetapi, karena akses mendesak, akhirnya mereka yang ditetapkan,” katanya.
Terpilih sebagai Ketua Tim Evaluasi Independen Achmad Daniri, mantan Ketua Komite Nasional Kebijakan Governance. Anggotanya adalah Hikmahanto Juwana (guru besar Fakultas Hukum UI), Sudarjono (mantan Ketua BPKP), dan Kahlil Rowter (pengamat pasar modal).
Tugas tim antara lain memastikan prosedur pelaksanaan privatisasi KS telah terpenuhi. Mereview pos audit pelaksanaan privatisasi. Memastikan ketetapan penetapan waktu pelaksanaan privatisasi, jenis dan jumlah saham yang dilepas, proses penunjukan penjamin emisi dan lembaga penunjang lainnya, serta memastikan hasil privatisasi disetor ke kas perusahaan. Masa tugas tim sebulan, terhitung setelah listing, 5 November 2010.
Secara terpisah, ekonom UGM, Anggito Abimanyu, berpendapat, harga jual saham perdana KS tak perlu menimbulkan kontroversi. Alasannya, keputusan pemerintah melepas saham KS pada harga Rp 850 per lembar sudah sesuai dengan posisi yang sama pada industri baja saat ini.
Harga saham KS telah memperhitungkan rasio harga saham terhadap laba bersih perusahaan baja dunia, seperti Posco Korea Selatan dan Tata Steel India, yakni 9,9 kali. ”Harga itu sudah memperhitungkan penjaringan investor kualitas berjangka panjang dan bukan spekulan. Penjatahan juga diberikan ke investor ritel yang adil,” kata Anggito.
Namun, kata ekonom Dradjad H Wibowo, harga jual Rp 850 per lembar terlalu rendah. Dengan asumsi kurs Rp 9.000 per dollar AS, nilai pasar KS 588,4 dollar AS per ton kapasitas produksi, dengan rencana kapasitas 2,5 juta ton pada 2011. Padahal, investasi Krakatau Posco (KP) 2,84 miliar dollar AS untuk kapasitas produksi 3 juta ton. Artinya, nilai pasar produksi KP 948 dollar AS per ton. ”Masak nilai pasar KS per tonnya 61 persen lebih rendah dari nilai rencana investasi KP?” ujarnya.(MAS/OIN)