Krakatau steel

Tim Independen Bertugas Evaluasi IPO

Kompas.com - 06/11/2010, 03:03 WIB

Jakarta, Kompas - Kementerian BUMN membentuk Tim Evaluasi Independen Pelaksanaan Privatisasi PT Krakatau Steel, beranggota empat orang.

Menteri BUMN Mustafa Abubakar, Jumat (5/11) malam di Jakarta, mengungkapkan, keempat anggota tim itu profesional dan berpengalaman di bidang masing-masing serta memiliki integritas. ”Banyak pakar dan ahli lain yang memiliki integritas, profesionalitas, dan pengalaman hebat. Tetapi, karena akses mendesak, akhirnya mereka yang ditetapkan,” katanya.

Terpilih sebagai Ketua Tim Evaluasi Independen Achmad Daniri, mantan Ketua Komite Nasional Kebijakan Governance. Anggotanya adalah Hikmahanto Juwana (guru besar Fakultas Hukum UI), Sudarjono (mantan Ketua BPKP), dan Kahlil Rowter (pengamat pasar modal).

Tugas tim antara lain memastikan prosedur pelaksanaan privatisasi KS telah terpenuhi. Mereview pos audit pelaksanaan privatisasi. Memastikan ketetapan penetapan waktu pelaksanaan privatisasi, jenis dan jumlah saham yang dilepas, proses penunjukan penjamin emisi dan lembaga penunjang lainnya, serta memastikan hasil privatisasi disetor ke kas perusahaan. Masa tugas tim sebulan, terhitung setelah listing, 5 November 2010.

Secara terpisah, ekonom UGM, Anggito Abimanyu, berpendapat, harga jual saham perdana KS tak perlu menimbulkan kontroversi. Alasannya, keputusan pemerintah melepas saham KS pada harga Rp 850 per lembar sudah sesuai dengan posisi yang sama pada industri baja saat ini.

Harga saham KS telah memperhitungkan rasio harga saham terhadap laba bersih perusahaan baja dunia, seperti Posco Korea Selatan dan Tata Steel India, yakni 9,9 kali. ”Harga itu sudah memperhitungkan penjaringan investor kualitas berjangka panjang dan bukan spekulan. Penjatahan juga diberikan ke investor ritel yang adil,” kata Anggito.

Namun, kata ekonom Dradjad H Wibowo, harga jual Rp 850 per lembar terlalu rendah. Dengan asumsi kurs Rp 9.000 per dollar AS, nilai pasar KS 588,4 dollar AS per ton kapasitas produksi, dengan rencana kapasitas 2,5 juta ton pada 2011. Padahal, investasi Krakatau Posco (KP) 2,84 miliar dollar AS untuk kapasitas produksi 3 juta ton. Artinya, nilai pasar produksi KP 948 dollar AS per ton. ”Masak nilai pasar KS per tonnya 61 persen lebih rendah dari nilai rencana investasi KP?” ujarnya.(MAS/OIN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau