Investasi

Siemens Bangun Pabrik Turbin Uap

Kompas.com - 06/11/2010, 03:05 WIB

Jakarta, Kompas - Perusahaan Siemens AG asal Jerman sepakat memperkuat bisnis turbin uap industri di Indonesia, dengan menggandeng mitra strategis PT Nusantara Turbin dan Propulsi. Siemens, yang menguasai teknologinya, menguasai 60 persen saham dalam industri yang berniat menghasilkan turbin uap di Indonesia ini.

Kesepakatan kerja sama kemitraan Siemens AG dan PT Nusantara Turbin dan Propulsi (NTP) ditandai dengan penandatanganan perjanjian joint venture oleh Presiden Direktur Siemens AG H Koenig, CEO Energy Sector, Industrial Applications/ Steam Turbine Siemens AG Markus Tacke, dan Presiden Direktur NTP Supra Dekanto di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Jumat (5/11).

Penandatanganan pembangunan pabrik turbin uap ini disaksikan Duta Besar Jerman untuk RI Norbert Bass, Wakil Menteri Perindustrian Alex SW Retraubun, dan Kepala BPPT Marzan A Iskandar. Dalam kesempatan itu, ada juga proses penandatanganan letter of intent antara Presiden Direktur NTP Supra Dekanto dan Presiden Direktur PT Perkebunan Nusantara XI H Irwan Basri.

Investasi pabrik turbin uap ini mencapai 12 juta euro atau sekitar Rp 144 miliar. Dari total investasi itu, Siemens menanamkan Rp 86,4 miliar atau 60 persen. Sisa 40 persen saham dimiliki oleh NTP. Keduanya sepakat untuk mendirikan perusahaan joint venture, PT Siemens Industrial Power.

Pada tahap awal, perusahaan ini akan menampung 100 pekerja, dengan target kapasitas produksi minimal 40 turbin uap per tahun. Fasilitas produksi berlokasi di Bandung, Jawa Barat, dan akan mulai beroperasi pada Maret 2011.

Supra mengatakan, beberapa tahun belakangan ini pengembangan turbin uap dibantu oleh BPPT dan Kementerian Perindustrian. Sejak tahun 2005, BPPT bersama NTP yang juga anak usaha PT Dirgantara Indonesia sudah mengembangkan turbin dengan kekuatan 450 tenaga kuda (HP), dengan kapasitas maksimal produksi 2-4 megawatt.

”Kami berjanji akan bisa memproduksi energi dari turbin uap ini dengan lebih efisien dan tepercaya,” ujar Supra.

Markus Tacke mengatakan, ”Siemens bermaksud memperluas eksistensinya di pasar energi yang berkembang di Indonesia. Kami melihat adanya potensi pasar yang besar untuk turbin uap, entah mendukung program percepatan pengadaan listrik oleh pemerintah maupun mendorong perkembangan berbagai sektor industri, seperti gula, pupuk, minyak kelapa sawit, semen, kilang minyak, dan kimia.”

Menurut Markus, Siemens bersama NTP akan membangun fasilitas produksi mutakhir untuk turbin uap. Dengan menggabungkan pengalaman dalam sektor energi, turbin uap akan dibangun dengan keandalan dan efisiensi tertinggi untuk mendukung proses pabrikan. (osa)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau