Jakarta, Kompas -
Kesepakatan kerja sama kemitraan Siemens AG dan PT Nusantara Turbin dan Propulsi (NTP) ditandai dengan penandatanganan perjanjian joint venture oleh Presiden Direktur Siemens AG H Koenig, CEO Energy Sector, Industrial Applications/ Steam Turbine Siemens AG Markus Tacke, dan Presiden Direktur NTP Supra Dekanto di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Jumat (5/11).
Penandatanganan pembangunan pabrik turbin uap ini disaksikan Duta Besar Jerman untuk RI Norbert Bass, Wakil Menteri Perindustrian Alex SW Retraubun, dan Kepala BPPT Marzan A Iskandar. Dalam kesempatan itu, ada juga proses penandatanganan letter of intent antara Presiden Direktur NTP Supra Dekanto dan Presiden Direktur PT Perkebunan Nusantara XI H Irwan Basri.
Investasi pabrik turbin uap ini mencapai 12 juta euro atau sekitar Rp 144 miliar. Dari total investasi itu, Siemens menanamkan Rp 86,4 miliar atau 60 persen. Sisa 40 persen saham dimiliki oleh NTP. Keduanya sepakat untuk mendirikan perusahaan joint venture, PT Siemens Industrial Power.
Pada tahap awal, perusahaan ini akan menampung 100 pekerja, dengan target kapasitas produksi minimal 40 turbin uap per tahun. Fasilitas produksi berlokasi di Bandung, Jawa Barat, dan akan mulai beroperasi pada Maret 2011.
Supra mengatakan, beberapa tahun belakangan ini pengembangan turbin uap dibantu oleh BPPT dan Kementerian Perindustrian. Sejak tahun 2005, BPPT bersama NTP yang juga anak usaha PT Dirgantara Indonesia sudah mengembangkan turbin dengan kekuatan 450 tenaga kuda (HP), dengan kapasitas maksimal produksi 2-4 megawatt.
”Kami berjanji akan bisa memproduksi energi dari turbin uap ini dengan lebih efisien dan tepercaya,” ujar Supra.
Markus Tacke mengatakan, ”Siemens bermaksud memperluas eksistensinya di pasar energi yang berkembang di Indonesia. Kami melihat adanya potensi pasar yang besar untuk turbin uap, entah mendukung program percepatan pengadaan listrik oleh pemerintah maupun mendorong perkembangan berbagai sektor industri, seperti gula, pupuk, minyak kelapa sawit, semen, kilang minyak, dan kimia.”
Menurut Markus, Siemens bersama NTP akan membangun fasilitas produksi mutakhir untuk turbin uap. Dengan menggabungkan pengalaman dalam sektor energi, turbin uap akan dibangun dengan keandalan dan efisiensi tertinggi untuk mendukung proses pabrikan.