Kebutuhan warga

Pemerintah Belum Tahu Stok Pangan Menipis

Kompas.com - 06/11/2010, 03:13 WIB

Padang, Kompas - Menipisnya stok pangan dan bahan bakar minyak di Pulau Siberut, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, hingga Jumat (5/11) masih terjadi. Namun, Pemerintah Provinsi Sumbar mengaku belum mengetahui laporan kelangkaan pangan dan menipisnya stok BBM tersebut.

Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar Mahmuda Rivai di Padang, Jumat, mengatakan, sejauh ini yang baru diketahui adalah relatif terabaikannya penanganan bencana di wilayah Pulau Sipora. ”Setiap malam kami rapat untuk menuntaskan apa saja yang kemarin bermasalah. Sampai rapat kemarin malam (Kamis malam), laporan mengenai Siberut belum muncul,” kata Mahmuda.

Ia menambahkan, sejauh ini laporan yang baru masuk hanya kelangkaan BBM di Tua Pejat yang merupakan ibu kota Kabupaten Kepulauan Mentawai di Pulau Sipora.

Ribuan warga di Pulau Siberut, yang terbagi dalam lima wilayah kecamatan, terancam kelaparan karena stok pangan yang makin menipis. Hal itu menyusul ketiadaan kapal pengangkut barang kebutuhan warga dalam beberapa pekan terakhir.

Sebagian besar warga juga disergap kecemasan luar biasa menyusul keniscayaan bahwa gempa besar bakal terjadi di kawasan itu suatu hari nanti dan kemungkinan bakal pula menimbulkan tsunami.

Indra Gunawan (32), warga Dusun Saibi, Desa Saibi Samukob, Kecamatan Siberut Tengah, mengatakan, bahkan sebagian warga, yang biasanya mencari ikan pada malam hari karena hasil tangkapan cenderung lebih banyak dibandingkan dengan siang hari, pun enggan melaut. ”Mereka khawatir gempa atau tsunami datang pada malam hari,” kata Indra.

Deputi Direktur Yayasan Citra Mandiri Mentawai Frans Siahaan menambahkan, ketiadaan kapal yang masuk ke Pulau Siberut menjadi persoalan utama kelangkaan pangan di Siberut. (INK)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau