Amankah 'Spa' Saat Hamil?

Kompas.com - 06/11/2010, 11:05 WIB

KOMPAS.com Menikmati perawatan di spa memang bisa menyegarkan tubuh dan membuat perasaan lebih rileks. Namun, saat Anda sedang berbadan dua, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan karena tidak semua perawatan di spa aman.

Perawatan spa yang sifatnya menaikkan temperatur tubuh pada umumnya tidak aman untuk dilakukan selama hamil, misalnya mandi lumpur, wrapping (membungkus tubuh yang biasanya untuk pelangsingan), hot wax, dan sauna.

Jenis perawatan tersebut akan membuat tubuh kehilangan cairan (dehidrasi) dan menjadi kepanasan. Kondisi ini membahayakan ibu hamil dan janin.

Perawatan lainnya, seperti luluran (body scrub) dan facial, meski pada dasarnya aman, sebaiknya tetap berhati-hati. Pasalnya, selama kehamilan kondisi kulit berubah dan menjadi sangat sensitif. Oleh karena itu, sebelum Anda memakai suatu produk kosmetik, cobakanlah dulu pada sedikit area di kulit untuk memastikan tidak iritasi.

Karena kulit yang lebih sensitif tersebut, perawatan waxing atau perapihan alis menjadi lebih menyakitkan dari biasanya.

Bila Anda ingin menyegarkan tubuh di spa, maka Anda bisa memilih spa khusus ibu hamil. Namun, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter Anda sebab tidak semua ibu hamil boleh melakukan spa karena alasan medis. Beberapa kondisi kehamilan yang termasuk rawan antara lain ibu hamil dengan riwayat keguguran berulang, ruam di kulit, hipertensi, atau nyeri perut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau