Honda Motor Perkokoh Penjualan Nasional

Kompas.com - 06/11/2010, 17:14 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Astra Honda Motor (AHM) memperkukuh posisinya dipuncak penjualan sepeda motor nasional sepanjang sepuluh bulan pertama 2010 yang berhasil meraup 2.894.420 unit penjualan dengan menggenggam 46,6 persen pangsa pasar. Sedangkan rival abadinya Yamaha masih menempel ketat di belakang dengan penjualan total 2.782.541 unit atau menguasai 44,8 persen pangsa.

Kedua merek utama sepeda motor di Indonesia ini masing-masing meningkatkan penjualan dari periode yang sama tahun lalu yakni 30,9 persen (Honda) dan 28,1 persen (Yamaha).

Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Gunadi Sindhuwinata mengatakan, penurunan pasar yang terjadi September lalu karena jumlah hari kerja yang lebih sedikit. Kondisi ini kemudian berbalik setelah jumlah hari kembali normal di Oktober. "Otomatis kondisi ini mendorong pasar kembali bangkit," ujar Gunadi di JMS, kemarin.

Dari data penjualan wholesales Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) terbaru, bulan lalu tercatat 695.272 unit. Honda masih memimpin penjualan dengan 323.154 atau menguasai 46,5 persen, diikuti Yamaha 315.060 unit (45,3 persen), Suzuki 47.699 unit (6,9 persen), Kawasaki 7.486 unit (1,1 persen), TVS 1.771 unit (0,3 persen) dan kanzen 102 unit (0,0 persen).

Paulus Firmanto, General Manager Marketing and Motorsport PT Yamaha Kencana Indonesia (YMKI) menambahkan, seluruh industri kembali bergeliat pada Oktober lalu. Seluruh industri mulai meningkatkan produksi pabrik ke kondisi semula.

Sampai akhir tahun ini, AISI memprediksi pasar sepeda motor nasional akan menembus 7,2 juta unit sekaligus mencatatkan rekor baru sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau