YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Relawan Taruna Tanggap Bencana (Tagana) Merapi, Aryatno (31), tewas akibat letusan yang terjadi pada Jumat (5/11/2010) dini hari WIB. Demikian penuturan perempuan yang mengaku adik ipar korban, Darmini (22), di pengungsian Stadion Maguwoharjo, Sabtu (6/11/2010).
Menurut Darmini, Aryatno adalah warga Kali Tengah Kidul, Glagah Harjo. Dia meninggalkan seorang istri, Darwanti (26) dan seorang putra, Imam Ramadhan (5).
Darmini melanjutkan, ketika letusan terjadi, sementara Darwanti dan Imam dievakuasi ke Stadion Maguwoharjo, Aryatno bertahan demi menjalankan tugas menjaga gudang logistik di Glagah Harjo.
Dikatakan, ketika di pengungsian, Jumat (5/11/2010) sore WIB, Darwanti mendapat informasi bahwa suaminya menjadi korban. "Waktu itu, informasinya tidak jelas karena daerah itu dinyatakan tertutup dan tak ada orang tahu keadaan pasti. Kami cuma menunggu pasrah," ujar Darmini.
"Baru saja kami dapat kabar dari teman sesama relawan Mas Aryatno, jenazah sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah Dr Sardjito dan diketahui Mas Aryatno," ujar Darmini.
Seorang perempuan yang mengaku tetangga Aryatno, mengatakan, ketika bertugas, Aryatno didampingi enam Tagana lain. "Tapi, sejauh ini baru Aryatno yang diketahui tewas," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang