Warga Wasior Serbu Pengobatan KRI dr Suharso

Kompas.com - 06/11/2010, 20:52 WIB

WASIOR, KOMPAS.com - Ratusan warga Wasior mendatangi pelayanan kesehatan yang diberikan tim kesehatan dari kapal rumah sakit milik TNI AL, KRI dr Suharso. Sejak pelayanan kesehatan diberikan Jumat (5/11/2010), sudah tercatat ada sedikitnya 483 orang berobat.

Rencananya, pelayanan dilaksanakan hingga hari ini karena KRI dr Suharso akan ke Manokwari untuk mengobati 4.680 korban banjir Wasior yang mengungsi di sana.

Ketua Kelompok Tim Evakuasi Satgas Bencana Wasior Letnan Satu dr Bangun Pramujo mengatakan mayoritas dari warga yang berobat mengeluhkan sakit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). "Ada juga yang sakit kulit dan diare tetapi tidak banyak jumlahnya," katanya.

Bangun mengingatkan agar sanitasi lingkungan dan kebersihan makanan/minuman diperhatikan pasca banjir bandang, termasuk perlunya membangun tempat mandi, cuci, dan kakus yang sehat. Sanitasi yang buruk bisa berimbas pada kian banyaknya warga yang te rjangkit penyakit.

Berdasarkan data posko bencana banjir bandang Wasior, hingga kemarin, tercatat ada 172 orang meninggal, 118 orang hilang, 41 orang luka berat, dan 3.374 orang luka ringan akibat banjir bandang yang terjadi 4 Oktober lalu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau