Bencana merapi

Kota Magelang Dibanjiri Pengungsi Merapi

Kompas.com - 06/11/2010, 22:20 WIB

MAGELANG, KOMPAS.com - Para pengungsi Gunung Merapi dari sejumlah lokasi kawasan barat puncak Gunung Merapi di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah menempati beberapa penampungan di Kota Magelang.

Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Pemerintah Kota Magelang, Azis Agus Suryanto, di Magelang, Sabtu (6/11/2010), mengatakan, sekitar 2.000 pengungsi yang telah direlokasi ke kota itu antara lain berasal dari Kecamatan Dukun dan Sawangan, Kabupaten Magelang karena letusan susulan yang cukup besar atas Gunung Merapi.

Pemerintah Kota Magelang menyiapkan sejumlah tempat relokasi mereka antara lain di Gedung Bumi Kyai Sepanjang dengan kapasitas maksimal 709 orang, Kantor Badan Koordinasi Wilayah II Jateng (550), aula Kantor Kelurahan Tidar Selatan (100), Kantor Kecamatan Magelang Selatan (300).

Selain itu, katanya, Gedung Mandala (300) dan aula SMK Pius X (120). Dia menjelaskan, pihak TNI dan kepolisian setempat juga telah diturunkan untuk membantu keamanan dan sekaligus memasakkan makanan untuk mereka.

Semua rumah sakit di kota itu, katanya, juga telah menyiapkan tenaga medis dengan berbagai obat-obatan untuk memberikan layanan kesehatan kepada pengungsi. "Setiap penampungan disiapkan posko kesehatan," katanya.

Direktur Rumah Sakit Umum Tidar, dr Sriharso, mengatakan, sebanyak 29 pengungsi yang dirawat di rumah sakit setempat adalah rujukan dari RSU Muntilan, Kabupaten Magelang.

Pihak keluarga pasien yang menunggui di rumah sakit setempat, katanya, mendapat bantuan akomodasi.

Sriharso menjelaskan, berbagai kalangan masyarakat setempat juga memberikan bantuan kepada pengungsi di kota itu antara lain selimut, pakaian pantas pakai, makanan, keperluan perempuan, dan susu.

"Para relawan turut terlibat dalam penyaluran bantuan itu," katanya.

Pemkot setempat berupaya seoptimal mungkin untuk memberikan bantuan baik berupa logistik maupun layanan pendukung lainnya kepada pengungsi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau