Ada Manipulasi Pasar di IPO KS?

Kompas.com - 06/11/2010, 22:55 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat pasar modal, Yanuar Rizky, mengatakan pihaknya menduga adanya unsur manipulasi pasar atau insider trading (oknum pemangku kepentingan) dalam proses initial public offering/IPO PT Krakatau Steel (Persero). Yanuar juga mendukung langkah 13 ekonom yang bergabung dan mengajukan gugatan terhadap Kementerian BUMN. 

"Meski proses IPO masih berjalan dan pencatatan (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI), gugatan (class-action) ini dilakukan untuk membuktikan secara hukum tentang dugaan adanya unsur manipulasi pasar atau insider trading dalam proses IPO KS, " kata Yanuar Rizky, dalam diskusi bertajuk 'Erupsi Saham Krakatau Steel di Warung Daun', Cikini Jakarta Pusat, Sabtu (6/11/2010). 

Menurut Yanuar, sekarang mempersoalkan harga saham yang dijual mahal atau murah itu adalah persepsi, namun dikembalikan ke proses hukum.

"Mari kita kembalikan ke hukum, apakah terjadi manipulasi pasar atau insider trading. Ini benar-benar harus diperiksa apa betul ini karena hasil survei pasar atau oversubscribe. Kita ini kan negara hukum, maka sekarang harus dikembalikan ke koridor hukum," katanya. 

Mengenai opsi pembatalan IPO KS, menurut Yanuar, tidak bisa langsung dilakukan. "Perlu dibawa ke ranah hukum untuk pembuktian dari dugaan adanya pelanggaran," katanya. 

Yanuar mengatakan pihaknya mendorong adanya gugatan class action ini. "Kita tidak bisa langsung memakai cara pembatalan karena harus ada bukti hukum terlebih dahulu. Ini lah mengapa kita dorong class-action, tak lain untuk kepentingan publik juga," tuturnya. 

Sebagai penegak hukum dalam proses IPO, kata Yanuar, seharusnya Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bappepam-LK) sesuai UU No. 8/1995 , dan KPK bisa bertindak sebagai supervisi. 

"Yang harus didorong itu penegak hukum bekerja untuk publik. Aspek hukum yang kita tegakkan, agar hasilnya bisa diserahkan ke publik," ungkapnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau