Maskapai Asing Batalkan Penerbangan

Kompas.com - 07/11/2010, 02:40 WIB

Jakarta, Kompas - Sebanyak 12 maskapai asing membatalkan 47 penerbangan ke luar negeri melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Jakarta, Sabtu (6/11) sejak pukul 13.00 hingga pukul 21.00. Batas waktu pembatalan penerbangan belum ditentukan.

Akibatnya, ribuan penumpang kecewa karena tidak jadi bepergian. Namun, sebagian di antara mereka mendukung keputusan itu demi keamanan penerbangan dan keselamatan penumpang.

Suasana terminal 2 untuk penerbangan internasional cukup padat. Banyak penumpang yang mencoba bertahan sampai pukul 18.00 dengan harapan masih bisa terbang, tetapi setelah itu berbalik arah pulang ke Jakarta.

Hal yang sama terjadi di Bandara Changi, Singapura. Wartawan Kompas Sri Hartati Samhadi melaporkan dari Changi, semua penerbangan Singapore Airlines ke Indonesia dibatalkan, bahkan penerbangan untuk hari Minggu pun belum pasti.

Pembatalan itu sendiri mereka putuskan sebelum adanya notice to airmen (notam) dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta sehubungan dengan meletusnya Gunung Merapi di DI Yogyakarta dan Jawa Tengah yang mengeluarkan abu vulkanik. Notam adalah informasi terbaru yang belum tercantum di peta mengenai keadaan bandara dan sistem lalu lintas udara, termasuk navigasi.

Pihak Bandara Soekarno-Hatta mencatat, maskapai yang membatalkan penerbangannya kemarin ialah AirAsia, Malaysia Airlines, Singapore Airlines, Emirates Air, Japan Airlines, Turkey Airlines, Lufthansa, KLM, Tiger Airways, Eva Airlines, Etihad, dan China Southern.

Berdasarkan data PT Angkasa Pura II, dalam sehari, penerbangan luar negeri, baik kedatangan maupun keberangkatan, mencapai 50 penerbangan dari 23 maskapai.

Sekretaris Perusahaan PT Angkasa Pura II, pengelola Bandara Soekarno-Hatta, Hari Cahyono menyesalkan penghentian penerbangan oleh maskapai asing sebelum keluarnya notam dari pihak bandara.

Maskapai Indonesia AirAsia tak hanya membatalkan penerbangan Singapura-Cengkareng, tetapi juga Kuala Lumpur-Cengkareng, Bangkok-Cengkareng, dan Denpasar-Cengkareng.

”Pembatalan penerbangan karena abu vulkanik sudah menyebar hingga Soekarno-Hatta,” kata Audrey Progastama Petriny, Corporate Communication Manager Indonesia AirAsia.

Manager Public Relations Singapore Airlines di Indonesia Glory Henriette mengatakan, keputusan untuk membuka kembali penerbangan Singapore Airlines ke Cengkareng dikalkulasi dalam hitungan per jam.

Tidak demikian halnya dengan Garuda Indonesia. Vice President Corporate Communications Garuda Pujobroto menyatakan, penerbangan Garuda ke luar negeri tetap berjalan. Sejauh tidak ada Notam dari otoritas penerbangan yang berwenang menyatakan Bandara Soekarno-Hatta terganggu debu sehingga penerbangan tidak dapat dilaksanakan, Garuda tetap melaksanakan penerbangan.

Untuk penerbangan tujuan Yogyakarta, Garuda mengalihkan ke Solo karena kondisi Bandara Adisutjipto, Yogyakarta, tertutup lumpur. Garuda terus memantau situasi sebaran debu vulkanik.

Hingga Sabtu (6/11), penerbangan dari dan ke Yogyakarta juga masih ditutup. Sebanyak 41 penerbangan ditiadakan sejak Jumat.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Tri Sunoko menegaskan, Bandara Soekarno-Hatta tidak ditutup. ”Penutupan bandara oleh karena gangguan alam pun biasanya dengan keputusan regulator, seperti peristiwa abu vulkanik di Eropa beberapa bulan lalu,” ujarnya.

Maskapai penerbangan Lion Air juga memutuskan tetap terbang dari Bandara Soekarno-Hatta. ”Lion terbang seperti biasa. Pilot kami belum menemui gejala abu vulkanik yang mengganggu kinerja mesin pesawat,” kata Direktur Umum Lion Air Edward Sirait. Dia menegaskan, keputusan Lion itu diambil dengan sangat profesional dan tetap memerhatikan keselamatan.

Apabila maskapai asing tak mau menerbangi rute Singapura-Jakarta, Lion Air siap mengambil alih. ”Kan, sudah ada BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) di Cengkareng. Apabila ada abu vulkanik, pasti kami diberi tahu. Kasihan rakyat Indonesia jika tak bisa terbang,” ungkapnya.

Edward pun mempertanyakan, jika rute Singapura-Jakarta ditutup, mengapa Singapura-Australia tidak ditutup. ”Kan (penerbangan) lewat di atas wilayah udara Indonesia,” ucapnya. 

Tambah kapasitas

Mengantisipasi ledakan penumpang akibat pembatalan penerbangan, PT Kereta Api Indonesia menambah kapasitas angkutnya, yakni dengan mengoperasikan kereta luar biasa dari stasiun di Yogyakarta menuju arah barat, yakni Bandung dan Jakarta, begitu juga ke arah timur, Semarang dan Surabaya.

”Kami tambah sekitar 25 persen dari kapasitas tempat duduk, sebanyak 2.500-an tambahannya sejak Jumat. Kami menyediakan tiga gerbong (setiap gerbong berkapasitas tiga truk) untuk angkutan barang bantuan korban letusan Gunung Merapi secara gratis,” kata Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Ignasius Jonan.

Jonan juga menegaskan untuk memberikan angkutan gratis kelas ekonomi bagi pengungsi dari Stasiun Lempuyangan mulai Sabtu sampai seminggu ke depan. (AP/CAL/PIN/TRI/FRO/RYO)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau