Alonso Berharap Hujan

Kompas.com - 07/11/2010, 03:16 WIB

Sao Paulo, Sabtu - Sepanjang musim ini, tidak ada tim yang paling ditakuti selain Red Bull. Mobil mereka terbukti selalu tampil paling kencang. Dalam situasi tersebut, musuh-musuh Red Bull pun tidak punya pilihan selain hanya berharap pada hujan untuk menjegal mobil Red Bull yang sulit dikejar.

Harapan agar balapan GP Brasil diguyur hujan disampaikan pebalap Ferrari, Fernando Alonso. ”Hujan memberi keuntungan kepada kami,” tegas Alonso, pemuncak klasemen, Sabtu (6/11), menjelang kualifikasi GP Brasil di Sirkuit Interlagos.

Mengantongi 231 poin, Alonso unggul 11 angka dari pebalap Red Bull, Mark Webber, yang berada di urutan kedua. Pebalap McLaren, Lewis Hamilton, menempati posisi ketiga dengan koleksi poin lebih sedikit 21 angka ketimbang Alonso. Sebastian Vettel (Red Bull) menempati posisi keempat, sedangkan pebalap McLaren, Jenson Button, menghuni urutan kelima. Menjelang dua seri terakhir musim ini, kelima pebalap itu secara matematis sama-sama berpeluang menjadi juara dunia.

Peluang terbesar dimiliki Alonso. Ia akan mengunci gelar juara dunia pada akhir lomba di Interlagos, hari ini, jika finis pertama, sementara Webber maksimal hanya finis kelima. Meski finis kedua, Alonso akan tetap menjadi juara dunia kalau Webber maksimal finis kedelapan, sedangkan Hamilton atau Vettel tidak meraih kemenangan.

Bahkan, kalaupun finis ketiga, Alonso tetap berpeluang menjadi juara dunia. Syaratnya, Webber maksimal finis ke-10, sementara Hamilton tidak finis lebih baik dari urutan kelima serta Vettel finis di luar tiga besar.

Harapan agar balapan berlangsung diguyur hujan juga disampaikan Button. ”Saya rasa kekuatan mereka (Red Bull) di atas trek yang basah tidak seperti kekuatan mereka di trek kering,” ujar Button, juara bertahan.

Kinerja apik mobil Red Bull saat trek kering terlihat dalam latihan. Vettel dan Webber menempati posisi pertama dan kedua dalam dua sesi latihan, Jumat silam.

Namun, pada sesi latihan ketiga, Sabtu pagi, yang berlangsung dengan trek basah, posisi puncak diambil alih Robert Kubica dari Renault. (ap/ato)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau