Fredy numbery

Volcanic Ash Has Reached Jakarta? It's Rumor, Said Numbery

Kompas.com - 07/11/2010, 08:12 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Transportation Minister Fredy Numbery has denied rumors that Mount Merapi ash has drifted over  Java Island and reached the capital Jakarta threatening airline flights. 

There was no volcanic ash over Jakarta so the sky was still safe for flights to and from the Indonesian capital, he said here Saturday after attending a cabinet meeting led by President Susilo Bambang Yudhoyono at the latter’s temporary office at the Gedung Agung here.   

"I can affirm that no volcanic ash has reached Jakarta,  Soekarno-Hatta international airport in particular." he said, adding that therefore it was not necessary to close Soekarno-Hatta airport.       He admitted that some major foreign airlines had canceled or delayed their flights to Jakarta but this  was not because of  volcanic ash but an Australian airline’s "Notice to Airman".       "Previously, the Australian airline had issued a Notice to Airman which was also associated with the volcanic eruptions. The notification triggered concern among  other foreign airlines, but it is not true," the minister  said.        Fredy said he had great trust in the accuracy of data he had received from several government agencies responsible for measuring  the impact of the Mt Merapi volcanic ash, They were the Meteorology, Climatology, and Geophysics Agency (BMKG), and the Center for Volcanological and Geological Hazard Mitigation of the  Energy and Mineral Resources Ministry.       "We have monitored the heat clouds from Mount Merapi, and the volcanic ash has yet to reach Jakarta," he said.        People must not panic and be concerned too much because  Soekarno-Hatta International airport was still safe for flights, he said.        "The Garuda airline is still conducting flights to Japan and Dubai, that is proof  that it is still safe to land on or depart from Soekarno-Hatta international airport," he said.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau