Awalnya "Persahabatan", Akhirnya "Main Serong"

Kompas.com - 07/11/2010, 09:14 WIB

PRABUMULIH, KOMPAS.com — Setelah dinantikan sejak kedatangan mereka dua hari sebelumnya, akhirnya band Bandung, The Changcuters, menghibur Prabumulih, Sumatera Selatan, Sabtu (6/11/2010) malam, dalam konser drama musikal parodi Spektafest 2010.

Tampak haus hiburan musik berkualitas, kira-kira 4.000-an warga Prabumulih langsung memadati Lapangan Prabujaya, yang terletak di sebelah barat kota Palembang, untuk menikmati musik dari grup yang digawangi oleh Tria (vokal), Qibil (gitar), Alda (gitar), Dipa (bas), dan Erick (drum).

"Gila-gilaan", "Suka-suka", "London", dan "Hey Nona" beruntun diluncurkan oleh Tria cs sebagai pembuka pertunjukan mereka sebelum alur cerita terbentuknya The Changcuters diparodikan oleh Tije, Aming, Sogi, Ferry Mariyadi, dan Jodhy.

Spektafest 2010 pun diawali dengan setting cerita Qibil, Dipa, dan Tria, yang berambisi membentuk band rock n' roll. Sebelum mereka terkenal seperti sekarang ini, tak ada satu pun yang tahu bahwa Tria sempat mengancam akan meninggalkan grup yang memulai impian mereka dari sebuah kos-kosan di Cibeureum, Bandung, Jawa Barat, tersebut.

Dikisahkan, Tria semula bukanlah vokalis seperti sekarang ini, melainkan drummer, sebelum Erick bergabung. Namun, karena Tria dianggap kurang menguasai set drum, akhirnya Dipa dan Qibil memutuskan mencari seseorang yang mampu bermain drum dengan baik.

Akan tetapi sayang, ketika itu, Tria tak mau digantikan. "Bubarkan saja band ini. Aku keluar saja dari band ini," ancam Tria sebelum dibujuk oleh teman-temannya agar mengisi vokal saja.

Bujukan Dipa dan Qibil akhirnya dituruti oleh Tria. "Persahabatan" dan "Hey...Hey..." (ciptaan Rinto Harahap) pun digulirkan untuk mengilustrasi cerita itu. Kemudian The Changcuters berduet dengan vokalis rock yang juga mantan personel Seurieus, Candil, untuk memanaskan Prabumulih dengan lagu "Rocker Juga Manusia" dan "Apanya Dong".

Kebolehan sesekali dipertontonkan oleh Dipa, Qibil, dan Alda dalam mencabik gitar dan membetot bas. Sementara itu, Tria dan Candil beradu vokal pada nada-nada tinggi. Riuh para penonton langsung menggema setelahnya.

Usai berduet dengan Candil, selanjutnya The Changcuters ditantang oleh presenter dan pelawak yang juga menyanyi, Jodhy "Super Bedjo", untuk membawakan "Stokelan Blues". Jodhy dan Tria pun beraksi dengan harmonika.

Maju ke kisah parodi selanjutnya, para penonton diajak untuk mengenal lebih dekat The Changcuters, yang pernah ditolak oleh produser rekaman musik. Akan tetapi, The Changcuters tetap ngotot untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam bermusik dengan menggelar konser tunggal bertema Modal Nekat. 

Setelah itu, The Changcuters menggelindingkan "Ayo Semangat", "Racun Dunia", "Pria Idaman Wanita", "Indehoy", dan "I Love You Bibeh". Pertunjukan mereka tuntas dengan "Main Serong".

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau