Media

Cerita Merapi di Malaysia

Kompas.com - 07/11/2010, 13:15 WIB

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com — Peristiwa letusan Gunung Merapi menjadi sorotan di beberapa media Malaysia. Salah satu harian, Utusan, dalam edisi Minggu, 7 November 2010, menyediakan satu halaman khusus yang diberi titel "Tragedi Gunung Merapi".

Di halaman tersebut berisi tiga berita yang menampilkan berbagai hal terkait letusan Gunung Merapi pasca-meletus dahsyat 5 November lalu. Sebuah berita berjudul "Seperti Kiamat" menceritakan testimoni warga Malaysia yang tengah menempuh pendidikan di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Mahasiswa bernama Srijesh itu berkisah bagaimana pengalamannya saat terjadi letusan dahsyat Jumat dini hari lalu.

Dalam berita itu pula disampaikan bahwa sekitar 386 mahasiswa asal Malaysia yang tengah bersekolah di Yogyakarta akan kembali ke Malaysia dengan menggunakan pesawat Hercules C130 milik Tentara Udara Diraja Malaysia.

Harian itu juga memuat perkembangan terakhir di Yogyakarta dengan mengutip DPA/AP bahwa Gunung Merapi masih terus mengeluarkan awan panas dan letusan-letusan kecil. Berita ini menjadi headline di halaman tersebut dengan judul "Gunung Merapi masih mengancam". Disebutkan, sudah 138 orang tewas dan 289 orang mengalami cedera.

Media lainnya, Harian Metro, memberi judul "Pelajar Pindah ke Solo" untuk menginformasikan kepada khalayak Malaysia bahwa mahasiswa asal Malaysia yang berada di Yogyakarta telah diungsikan ke Solo.

Pejabat Malaysia yang disebut Pengarah Jabatan Penuntut Malaysia di Indonesia, Datuk Dr Junaidy Abu Bakar, mengatakan bahwa para pelajar itu diungsikan menyusul "Yogyakarta diisytihar kawasan darurat dan tidak selamat diduduki" atau menjadi daerah yang berbahaya.

Otoritas Malaysia di Indonesia meminta agar pelajar asal negaranya diberikan cuti untuk sementara waktu. Abu halus yang membahayakan kesehatan menjadi alasan. Masih diupayakan izin mendarat bagi pesawat Tentara Udara Diraja Malaysia di Bandara Adisumarmo, Solo, Jawa Tengah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau