Lembaga penegak hukum

Hanya KPK yang Dinilai Positif

Kompas.com - 07/11/2010, 16:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Dari empat lembaga penegak hukum yang ada, hanya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dinilai positif integritasnya oleh publik. Sedangkan lembaga lainnya, kepolisian, kejaksaan, dan pengadilan, masih dinilai negatif.

Penilaian publik tersebut merupakan hasil survei nasional Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang dilakukan 10-20 Oktober terhadap 1.824 orang yang disampaikan dalam jumpa pers, Minggu (7/11/2010) di kantor LSI, Menteng, Jakarta.

Peneliti LSI, Burhanuddin Muhtadi menyampaikan, KPK mendapat nilai kepercayaan 15 dari skala -100 hingga 100 persen. Sedangkan lembaga kepolisian mendapat nilai -18,3 dan lembaga kejaksaan mendapat -17,6 sementara pengadilan dengan -15. "Nilai tersebut merupakan persen yang menilai negatif dikurangi persen yang menilai positif, hasilnya angka itu, kita ambil net-nya saja," katanya.

Ketiga lembaga yang dinilai buruk integritasnya tersebut, kata Burhanuddin, dinilai tidak dapat mencegah aparatnya dari tindakan korupsi atau menghindari tekanan dari kelompok pengusaha dan politisi.

Menurut hasil survei, publik menilai bahwa kepolisian paling tidak dapat mencegah terjadinya korupsi di internal lembaganya. Sedangkan kejaksaan dinilai paling tidak dapat menghindari tekanan kepentingan pengusaha, sama halnya dengan lembaga pengadilan.

Menanggapi hasil survei tersebut, calon Ketua KPK, Bambang Wijojanto menilai bahwa penilaian publik terhadap suatu lembaga sangat dipengaruhi media massa. Apa yang disampaikan media mengenai kinerja empat lembaga tersebutlah yang kemudian menjadi penilaian publik. "Coverage publik melalui media, apalagi sekarang hampir semua orang di desa, kota, mengkonsumsi media dari cetak, sampai online," katanya.

Bambang juga menambahkan, dari keempat lembaga tersebut, sayangnya, KPK mendapat anggaran dana paling kecil. Lembaga yang mendapat dana APBN terbesar pertama adalah kepolisian senilai Rp 3,2 triliun. Kemudian Mahkamah Agung disusul Kejaksaan Agung.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau