Letusan merapi

Temuan Korban Tewas Terus Bertambah

Kompas.com - 07/11/2010, 20:31 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Jumlah korban tewas akibat letusan Gunung Merapi yang terjadi pada Kamis (4/11) hingga Jumat (5/11) terus meningkat. Pada Minggu (7/11), jumlah korban tewas menjadi 88 orang dari sebelumnya 81 orang. Pelaporan jumlah orang hilang di RSUP Dr Sardjito, Yogyakarta mencapai 213 orang.

Menurut Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUP Dr Sardjito Trisno Heru Nugroho, sebanyak 43 jenazah sudah teridentifikasi dan telah dimakamkan. Hingga kini, sebanyak 10 dokter ahli forensi k di RSUP Dr Sardjito terus melakukan identifikasi jenazah dengan dibantu tim dari Disaster Victims Identification.

Sebagian keluarga korban tewas cenderung menyalahkan kehadiran bendungan dam sabo di aliran sungai yang berhulu di Gunung Merapi. Dam sabo yang berfungsi menghambat laju aliran material lahar dingin ini justru tidak mampu menampung material vulkanik sehingga meluber ke pemukiman warga.

Warga Dusun Jetis, Argomulyo, Cangkringan Sleman, Supri, berharap pemerintah mempertimbangkan kembali kehadiran proyek dam sabo di Lereng Merapi. "Korban tewas banyak ditemui di dusun yang dekat dengan bendungan dam sabo," kata Supri yang 12 anggota keluarganya tewas akibat letusan Merapi.

Meskipun masih banyak jenazah yang belum teridentifikasi, warga mengaku rela jika korban tewas segera dimakamkan secara massal. Warga Dusun Ngancar, Glagaharjo, Sleman Suranto hanya bisa mengidentifikasi tiga dari enam saudaranya yang tewas. "Saya turut mengevakuasi korban begitu tahu banyak yang tewas," tambah Suranto.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau