Felix Hariyanto: Konsep Kuat, Investasi Properti Bagus

Kompas.com - 08/11/2010, 05:04 WIB

KOMPAS.com — Felix Hariyanto (42), pengusaha properti asal Jawa Timur, ini sukses mengembangkan bisnis properti di Surabaya dan Bali.

Dalam percakapan dengan Kompas.com di Hotel PopHarris, Denpasar, Bali, Minggu (7/11/10) malam, Felix mengatakan, dia optimistis investasi properti di Bali tetap menguntungkan asalkan konsepnya kuat.

Lahir di Mojokerto, 42 tahun lalu, Felix alumnus Sekolah Tinggi Teknik Surabaya tahun 1985 pada awalnya terjun di dunia bisnis tekstil. Jeli melihat peluang, Felix kemudian beralih ke properti. Dan ternyata bisnis properti menjadi bisnis utamanya saat ini. Felix pindah ke Bali sejak tahun 1987 lalu.

Berikut ini wawancara Robert Adhi Ksp dari Kompas.com dengan Felix Hariyanto, pemilik Hotel Harris Kuta Riverview dan PopHarris Teuku Umar Denpasar, serta perumahan Green Load Sambanda di daerah Tanah Lot, Bali, serta apartemen Highpoint di Surabaya.

Sejak kapan Anda terjun di dunia bisnis properti? Tiga tahun lalu, saya mulai dengan membangun 200 unit rumah menengah atas di Perumahan Green Load Sambanda, dekat Tanah Lot. Semuanya sudah habis terjual.

Saya juga membangun apartemen mahasiswa High Point di Siwalan, dekat Universitas Petra Surabaya. Dari 340 unit apartemen, 85 persen sudah terjual habis.

Lalu Anda kini beralih ke bisnis perhotelan. Mengapa? Awalnya saya diperkenalkan dengan Marc Steinmeyer, Presiden Direktur Tauzia Management, oleh famili saya. Lalu kami berdiskusi. Ternyata saya cocok dengan pemikiran Marc yang simpel dan fleksibel. Banyak yang bisa dikompromikan dengan Marc.

Lalu Anda membangun Hotel Harris di Bali? Karena saya cocok dengan konsep yang diajukan Marc, akhirnya saya pilih bekerja sama dengan Tauzia Management.

Hotel Harris Kuta Riverview dibangun di lahan seluas 8.000 meter persegi dengan nilai investasi senilai Rp 85 miliar, mulai beroperasi akhir tahun 2008, dan kini tingkat huniannya sudah 80 persen. Menurut saya, untuk hotel yang baru beroperasi lebih dari satu tahun, ini luar biasa.

Dan ketika Marc bilang Tauzia akan bangun hotel bintang dua, PopHarris di Bali, saya menjadi investor pertama yang bekerja sama dengan Tauzia membangun PopHarris di Jalan Teuku Umar, Denpasar, Bali. Sukses Harris Kuta Riverview membuat saya makin percaya diri.

Hotel PopHarris yang unik dan colourful ini menarik banyak tamu. Konsepnya out of box. Hotel ini dibangun di lahan seluas 4.000 m² dengan investasi sekitar Rp 60 miliar, mulai beroperasi soft opening bulan September lalu. Okupansi September 62 persen, sedangkan okupansi Oktober 67 persen. Saya optimistis tingkat okupansi PopHarris makin besar.

Jadi menurut saya, investasi perhotelan di Bali tetap menarik dan menguntungkan asal punya strong concept. Saat ini banyak investor yang kurang fokus sehingga kurang memerhatikan perawatan. Kondisi ini otomatis menyebabkan kualitas menjadi turun. Padahal, menurut saya, ini tidak boleh terjadi. Investor harus concern dan fokus dengan bisnis propertinya, tak boleh setengah-setengah.

Apalagi pangsa pasar di Bali tetap kuat. Tahun 2013, pemerintah menggandakan kapasitas penumpang di Bandara Internasional Ngurah Rai, Denpasar. Ini merupakan peluang besar bagi pebisnis untuk menyediakan akomodasi yang baik.

Setelah sukses membangun perumahan dan hotel di Bali, apa proyek baru Anda di Bali dan Surabaya? Saya sedang mempersiapkan proyek baru di Balangan, Jimbaran. Lokasinya di perbukitan. Saya menyediakan kavling vila yang luas seluruhnya 4 hektar. Di lokasi itu juga akan dibangun hotel, yang juga digarap Tauzia. Proyek ini sedang dikembangkan.

Adapun di Surabaya, saya sedang menggarap proyek baru perumahan The Dharma Indah sebanyak 160 unit.

Saya punya beberapa proyek kerja sama dengan Tauzia lagi, tetapi  ini masih dimatangkan. Di Harris Kuta Riverview saya banyak dibantu Tauzia. Saya puas dan makin percaya diri dan saya akan melanjutkan kerja sama dengan Tauzia. (Robert Adhi Ksp)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau