BANDUNG, KOMPAS.com — Dua maskapai penerbangan internasional Malaysia Air dan Air Asia menutup sementara layanan penerbangan ke Bandar Udara Husein Sastranegara, Kota Bandung, menyusul abu vulkanik yang telah memasuki kawasan Kota Bandung, Jawa Barat.
"Benar, semua penerbangan Air Asia ke Bandara Husein ditutup sementara karena telah ada partikel debu vulkanik dari Gunung Merapi di Kota Bandung," kata Area Manager Air Asia Bandung, Bangkit Adiwinanto, Senin (8/11/2010).
Menurut dia, penerbangan yang ditutup sementara adalah tiga jadwal penerbangan Bandung-Kualalumpur dan sebaliknya, Bandung-Singapura, serta penerbangan domestik Bandung-Denpasar, Bali.
Penutupan penerbangan ke Bandara Husein itu, kata Bangkit, mulai diberlakukan pada Sabtu (6/11/2010), menyusul adanya abu vulkanik dari Gunung Merapi yang berjarak ratusan kilometer dari Kota Bandung itu.
Sama halnya dengan Malaysia Air yang melayani rute Kualalumpur-Bandung juga menutup penerbangannya ke bandara yang berlokasi di Kota Bandung itu. Pihak Malaysia Air mengirimkan surat penutupan sementara penerbangannya ke Kota Bandung hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Alasannya sama, yakni adanya debu vulkanik Gunung Merapi yang sampai ke wilayah Bandung.
"Kami menerima surat dari Malaysia Air tadi terkait penutupan penerbangan ke Kota Bandung," kata General Manager PT Angkasa Pura II Bandara Husein, Mulya Abdi.
Akibat penutupan penerbangan internasional dari dua maskapai penerbangan itu, seluruh penumpang dari Bandara Husein Sastranegara yang hendak menuju Kualalumpur, Singapura, dan Denpasar diangkut dengan menggunakan bus menuju Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.
"Seluruh penumpang untuk penerbangan yang ditutup sementara itu dialihkan ke Bandara Soekarno-Hatta, mereka diangkut dari Bandara Husein dengan menggunakan bus," kata Mulya.
Sementara itu, Area Manajer Air Asia Bandung, Bangkit, menyebutkan, penutupan penerbangan ke Bandung itu tidak bisa ditentukan hingga kapan. Namun, menurut Bangkit, apabila kondisi sudah normal kembali akan melayani rute itu. "Mudah-mudahan saja kembali normal secepatnya," kata Bangkit menambahkan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang