Ancaman debu vulkanik

2 Maskapai Stop Penerbangan ke Bandung

Kompas.com - 08/11/2010, 10:29 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com  — Dua maskapai penerbangan internasional Malaysia Air dan Air Asia menutup sementara layanan penerbangan ke Bandar Udara Husein Sastranegara, Kota Bandung, menyusul abu vulkanik yang telah memasuki kawasan Kota Bandung, Jawa Barat.

"Benar, semua penerbangan Air Asia ke Bandara Husein ditutup sementara karena telah ada partikel debu vulkanik dari Gunung Merapi di Kota Bandung," kata Area Manager Air Asia Bandung, Bangkit Adiwinanto, Senin (8/11/2010).

Menurut dia, penerbangan yang ditutup sementara adalah tiga jadwal penerbangan Bandung-Kualalumpur dan sebaliknya, Bandung-Singapura, serta penerbangan domestik Bandung-Denpasar, Bali.

Penutupan penerbangan ke Bandara Husein itu, kata Bangkit, mulai diberlakukan pada Sabtu (6/11/2010), menyusul adanya abu vulkanik dari Gunung Merapi yang berjarak ratusan kilometer dari Kota Bandung itu.

Sama halnya dengan Malaysia Air yang melayani rute Kualalumpur-Bandung juga menutup penerbangannya ke bandara yang berlokasi di Kota Bandung itu. Pihak Malaysia Air mengirimkan surat penutupan sementara penerbangannya ke Kota Bandung hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Alasannya sama, yakni adanya debu vulkanik Gunung Merapi yang sampai ke wilayah Bandung.

"Kami menerima surat dari Malaysia Air tadi terkait penutupan penerbangan ke Kota Bandung," kata General Manager PT Angkasa Pura II Bandara Husein, Mulya Abdi.

Akibat penutupan penerbangan internasional dari dua maskapai penerbangan itu, seluruh penumpang dari Bandara Husein Sastranegara yang hendak menuju Kualalumpur, Singapura, dan Denpasar diangkut dengan menggunakan bus menuju Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

"Seluruh penumpang untuk penerbangan yang ditutup sementara itu dialihkan ke Bandara Soekarno-Hatta, mereka diangkut dari Bandara Husein dengan menggunakan bus," kata Mulya.

Sementara itu, Area Manajer Air Asia Bandung, Bangkit, menyebutkan, penutupan penerbangan ke Bandung itu tidak bisa ditentukan hingga kapan. Namun, menurut Bangkit, apabila kondisi sudah normal kembali akan melayani rute itu. "Mudah-mudahan saja kembali normal secepatnya," kata Bangkit menambahkan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau