Berkarier di Luar Kota

Kompas.com - 08/11/2010, 11:28 WIB

KOMPAS.com — Melaksanakan tugas baru sambil beradaptasi dengan kota yang juga baru memang sangat menantang. Anda akan dihadapkan pada dua tuntutan, yaitu penyesuaian pekerjaan dan lingkungan. Tak hanya di lingkungan kerja, tetapi juga penyesuaian dengan lingkungan rumah baru yang mungkin belum pernah Anda datangi sebelumnya.

Nah, sebelum Anda memutuskan untuk mengepak barang dan mencari tempat tinggal di kota itu, lakukanlah penelitian kecil-kecilan. Dengan begitu, Anda bisa membuat perencanaan yang matang dan cermat. Sebagai informasi, berurusan dengan pekerjaan baru mungkin lebih mudah daripada menghadapi masalah adaptasi lingkungan baru. Ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan.

* Siap pindah?

Menyesuaikan dengan pekerjaan baru adalah tantangan tersendiri. Ditambah beradaptasi dengan kota baru untuk membangun networking di luar pekerjaan, menyesuaikan diri dengan budaya setempat, dan lain-lain, membuat tantangan yang akan Anda hadapi semakin kompleks. Apalagi jika Anda tak sendiri. Yang harus beradaptasi bukan hanya Anda, tetapi juga anggota keluarga.

Jadi, pertimbangkan untuk mengunjungi daerah tersebut setidaknya satu kali sebelum Anda memutuskan dan menandatangani surat tawaran mutasi. Buat beberapa perbandingan positif dan negatifnya, baru putuskan. Namun, jika Anda ingat salah satu pertanyaan pewawancara saat proses perekrutan dulu, apakah Anda siap ditempatkan di mana saja, semestinya Anda sudah tahu jawabannya. Pertanyaan ini biasanya diajukan perusahaan yang memiliki cabang di berbagai daerah.

* Kemungkinan "maju"
Hal lain yang juga perlu dipertimbangkan adalah rasionalisasikan rencana kepindahan dengan peluang kemajuan karier Anda di kota baru tersebut. Coba analisa bagaimana perkembangan industri di daerah itu. Jika bergerak mendekat ke bidang Anda, ini akan membuka peluang untuk pertumbuhan karier Anda.

Namun, penting untuk diperhatikan bagaimana pemahaman Anda mengenai tren ekonomi setempat dan mengevaluasinya sesuai tujuan jangka panjang karier Anda. Lalu, jangan lupa amati apakah perkembangan industri/ekonomi daerah tersebut dan rencana karier jangka panjang akan sejalan dan menciptakan keuntungan bagi Anda.

* Biaya hidup
Selain kesempatan untuk menapaki karier baru, kenaikan gaji merupakan alasan utama mengapa banyak orang rela menerima tawaran pindah kerja ke luar kota. Namun, jangan lupa untuk memperhitungkan apakah kenaikan penghasilan yang diterima nanti seimbang dengan besarnya pengeluaran yang akan Anda bayarkan. Ingat, pindah tempat tinggal dan menetap di kota baru membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Anda siap?

Untuk itu, coba cermati lagi bagaimana keadaan keuangan Anda sebelum menandatangani kontrak kepindahan. Kemudian, pastikan bahwa perubahan gaji tersebut akan seimbang dengan pengeluaran Anda di sana. Dan, akan lebih baik lagi kalau perubahan gaji tersebut akan membuat Anda bisa kembali ke kota dengan tabungan besar.

* Kesepakatan yang adil
Banyak perusahaan yang memberikan paket relokasi menarik saat menawarkan perpindahan ke luar kota. Memang besar paket umumnya ditentukan dari tingkat senioritas karyawan. Namun, paket yang diberikan bisa mencakup biaya keperluan kepindahan, bisa juga masuk dalam paket gaji dalam bentuk tunjangan atau fasilitas, atau dalam bentuk reimbursement alias pengembalian biaya yang Anda keluarkan untuk sewa rumah dan kendaraan, biaya transportasi (jika Anda menggunakan transportasi umum), dan lain-lain.

Jadi, coba perkirakan berapa besar pengeluaran Anda setiap bulan. Lalu, bandingkan dengan paket relokasi yang Anda terima dari pekerjaan baru tersebut. Bagaimanapun, relokasi ke kota baru pasti akan membawa banyak perubahan. Tak hanya peluang karier baru, tetapi juga kesempatan untuk mengeksplorasi budaya kerja dan lingkungan baru. Pastikan keputusan Anda untuk pindah ke kota lain dengan pekerjaan baru sesuai dengan tujuan karier Anda.

(Erma DK/Majalah Chic)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau