Irak

Bom Karbala Sudah Bunuh 10 Orang

Kompas.com - 08/11/2010, 21:03 WIB
KOMPAS.com — Kekerasan lagi-lagi melanda Karbala. Dalam hitungan tim penyelamat, tercatat lebih dari sepuluh orang tewas tatkala bom yang diarahkan pada sebuah bus pengangkut peziarah meledak pada Senin (8/11/2010).
Kelompok militan Sunni, sebagaimana warta AP dan AFP,  diduga melakukan aksi tersebut. Serangan ini terjadi sekitar 150 meter dari makam Imam Hussein, salah satu tempat yang dianggap paling suci.
Ratusan ribu peziarah Syiah dari Irak dan juga negara tetangga, Iran, setiap tahun mendatangi tempat-tempat suci di Irak.
Baghdad
Serangan hari ini terjadi hanya dua hari setelah 52 orang tewas ketika polisi menyerbu satu gereja di Baghdad yang digunakan untuk menahan para sandera.
Pekan lalu juga terjadi serangkaian serangan di sejumlah distrik Syiah di Baghdad yang menewaskan lebih dari 60 orang dan melukai ratusan lainnya.
Serangan bom mobil hari ini terjadi bertepatan dengan pertemuan para pemimpin Irak dalam rangka membentuk pemerintah baru. Perundingan ini diikuti oleh Perdana Menteri Nuri Al Maliki dan lawan politiknya, Iyyad Allawi.
Sejak pemilu Maret lalu, para pemimpin politik Irak tidak berhasil membentuk pemerintah. Konferensi ini diharapkan akan menghasilkan perjanjian pembagian kekuasaan untuk menentukan presiden, perdana menteri, dan ketua parlemen.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau