KONI Janjikan Perbaikan

Kompas.com - 09/11/2010, 04:08 WIB

Jakarta, Kompas - Komite Olahraga Nasional Indonesia menjanjikan perbaikan peringkat melalui penambahan perolehan medali emas di Asian Games 2010. Jika di Asian Games 2006 Indonesia berada di peringkat ke-22 dengan dua emas, di Asian Games 2010 ditargetkan empat medali emas bisa diraih.

”Kami menginginkan perbaikan peringkat di Asian Games 2010,” ujar Ketua Umum KONI Rita Subowo, Senin (8/11) di Jakarta.

Di Asian Games 2010 di Guangzhou, China, Indonesia mengirimkan 120 atlet putra dan 92 atlet putri dari 21 cabang. Adapun target perolehan empat emas itu diperkirakan diraih dari tujuh cabang unggulan, yaitu wushu, boling, voli pantai (voli), bulu tangkis, angkat besi, dragon boat atau perahu naga (dayung), dan karate.

Untuk cabang-cabang lain di luar ketujuh cabang unggulan itu, Rita memastikan cabang-cabang itu tetap akan menghasilkan medali meskipun bukan medali emas. ”Setiap cabang sudah dialokasikan untuk meraih medali, apakah emas, perak, atau perunggu. Kami berharap itu terwujud,” ujar Rita.

Untuk itu, Rita memastikan setiap atlet tidak akan diberi tekanan, melainkan harapan. Apalagi, para atlet Indonesia berangkat bertanding di tengah kondisi bencana alam yang menimpa Indonesia.

”Ada banyak atlet berangkat dengan kondisi keluarga di dekat lokasi bencana alam Gunung Merapi atau Mentawai. Kita harus memberi dorongan kepada mereka supaya termotivasi berprestasi dan tidak terus-menerus memikirkan keluarga,” ujar Rita.

Ketua Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) Utama Tono Suratman berujar, apabila cabang-cabang tidak diunggulkan yang dikirim belum menghasilkan medali, hikmah positifnya tetap harus diambil. ”Cabang-cabang tidak diunggulkan itu setidaknya sudah merasakan pertandingan internasional. Ini bekal menghadapi SEA Games 2011,” ujar Tono.

Sementara itu Sekretaris Jenderal PB PBSI Yacob Rusdianto mengatakan, cabang bulu tangkis bertekad mempertahankan tradisi emas Asian Games.

Taufik Hidayat, peraih emas Asian Games 2006, kembali turun. Selain itu, ada juga ganda campuran Markis Kido/Hendra Setiawan.

”Di tunggal putra, kami punya peluang. Di ganda campuran, kami punya potensi. Minimal satu emas teraih,” ujar Yacob optimistis.

Ketua Umum PB Persatuan Boling Indonesia Oky Herwanto mengatakan, pada Asian Games 2006 boling meraih satu emas dan satu perak. ”Di Asian Games 2010, kami menargetkan prestasi serupa terulang lagi,” ujarnya.

(HLN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau