Alwi Bagir: Tumbuhkan Jiwa Wirausaha Anggota REI

Kompas.com - 09/11/2010, 08:47 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -  Sekjen DPP REI 2007-2010 Alwi Bachir Mulachela yang juga calon Ketua Umum DPP REI 2010-2013 mengatakan, REI sebagai organisasi profesi harus  menumbuhkan jiwa wirausaha anggotanya agar makin menjadi profesional.

Dalam percakapan dengan Kompas.com sebelum Munas Selasa (9/11/10) pagi, Bagir mengatakan, saat ini REI sudah menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah di Indonesia untuk menumbuhkan wirausaha anggota REI di daerah-daerah.

“REI harus meningkatkan mutu anggota REI mengingat profesi properti membutuhkan jiwa wirausaha yang tinggi untuk mendukung visi misi pembangunan umum di Indonesia,” kata Alwi Bagir Mulachela.

Alwi menambahkan, jiwa bisnis anggota REI harus tumbuh. Dan bisnis properti merupakan tempat yang pas untuk menjadikan mereka wirausaha. “Pak Ciputra bilang Indonesia kekurangan wirausaha dan tugas REI menambah wirausaha,” katanya.

Alwi menegaskan, REI mendatang harus membantu pemerintah mengurangi backlog, menpersiapkan perumahan rakyat. “Kami akan mengusahakan membangun sebanyak mungkin perumahan rakyat sepanjang pemerintah mempermudah perizinan dan menyediakan finansial yang murah,” katanya.

Alwi juga menegaskan, REI akan meminta pemerintah mewajibkan karyawan swasta memilik tabungan perumahan.”Selama ini tabungan perumahan untuk PNS sudah ada, tapi untuk swasta  belum ada. Kami sudah mengusulkannya di RUU Perkim,” tandas Alwi.

Soal kepemilikan asing, REI berharap pemerintah segera menggolkannya karena pemerintah akan mendapatkan income yang tidak sedikit dari pajak.   Alwi Bagir Mulachela selama ini melakukan bisnis properti dari perumahan sederhana di Cilegon, rumah menegah cluster dan townhouse di Jaksel, apartemen dan perkantoran Arcadia Office Park dan Cilandak Commercial Estate.

Soal peluangnya menjadi Ketua Umum DPP REI 2010-2013, Bagir mengatakan, selama menjabat Sekjen, dia sudah berkeliling ke 33 DPD REI di seluruh Indonesia dan berbicara dengan mereka. “Juga ada tradisi Sekjen menjadi  Ketua,” tandas Alwi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau