JAKARTA, KOMPAS.com — Pada jumpa pers bersama Presiden Austria Heinz Fischer, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan memiliki hal yang hendak disampaikan kepada Presiden AS Barack Obama pada Selasa (9/11/2010) sore. Keduanya dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral di Istana Merdeka pada sore nanti.
"Bahwa saatnya Barat dan Timur, Barat dan Islam, itu secara nyata bisa menjalin komunikasi dan bisa duduk lebih sering untuk mengurangi perbedaan dan mengedepankan persamaan," kata SBY ketika ditanya seorang jurnalis Austria mengenai apa makna kunjungan Heinz dan Obama ke Indonesia.
SBY juga mengatakan, sebaiknya negara-negara di dunia mengedepankan pendekatan soft power ketimbang hard power. Menurutnya, hard power, jika salah digunakan, justru malah menimbulkan permasalahan baru. Indonesia, sambung SBY, ingin terus membangun diri agar Islam, demokrasi, dan modernitas dapat hidup berdampingan secara damai. Namun, SBY menyadari bahwa tantangan untuk mewujudkan hal ini tak ringan.
"Tapi insya Allah, kita bisa terus tunjukkan kepada dunia bahwa tidak ada konflik antara Islam, demokrasi, dan modernitas," katanya. Pada kesempatan tersebut, SBY juga meminta semua negara secara aktif membangun dialog keyakinan antarumat beragama. Dengan demikian, perdamaian dunia dapat semakin terwujud.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang