Gempa Yogya Terasa Juga di Blitar

Kompas.com - 09/11/2010, 18:08 WIB

BLITAR, KOMPAS.com- Meski tidak keras, guncangan gempa yang berpusat di barat daya Bantul, Yogyakarta, siang tadi, terasa juga di Blitar, Jawa Timur. Sejauh ini belum ada laporan kerusakan bangunan apalagi jatuhnya korban akibat guncangan gempa yang berlangsung sekitar 30 de tik tersebut.  

Bisri Junaedi, warga Desa Pojok, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, mengatakan, gempa terjadi dua kali dengan selang waktu yang sangat kecil. Gempa pertama getarannya lebih kuat dibandingkan dengan gempa kedua.

Menurut penjual bakso itu, getaran gempa terasa oleh guncangan di tanah, dan getaran rak dan meja tempatnya berdagang.

Sejumlah staf dan polisi yang sedang bertugas di Kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah Kabupaten Blitar juga merasakan getaran gempa. Mereka sempat saling mengingatkan adanya gempa, namun tidak sampai panik.

Kepala Sub Bidang Penanggulangan Bencana Perlengkapan dan Penyelamatan Pengungsi Badan Kesatuan Kebangsaan Politik dan Perlindungan Masyarakat Kabupaten Blitar Katidjan membenarkan terjadinya gempa bumi di wilayah Blitar.

"Gempa terjadi pada pukul 14.03 lebih 27 detik. Getarannya tidak hanya dirasakan di Blitar akan tetapi sampai ke wilayah Kabupaten Pacitan dan Trenggalek," ujarnya.

Berdasarkan data dari BMKG Karangkates, Malang, yang ia terima, kekuatan gempa mencapai 5,6 Skala Richter. Pusat gempa dideteksi berada di titik 8,98 Lintang Selatan dan 110,08 Bujur Timur.

Pusat gempa berada di laut sekitar 125 kilometer barat daya Kabupaten Bantul, Provinsi Yogyakarta. Kedalaman gempa terdeteksi sekitar 10 kilometer. Kabar baiknya, gempa tersebut tidak berpotensi memicu munculnya tsunami.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau