Kunjungan obama

Investasi AS di Indonesia Meningkat

Kompas.com - 09/11/2010, 20:36 WIB

Hatta: Investasi AS di Indonesia Meningkat JAKARTA, KOMPAS.com - Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan investasi Amerika Serikat di Indonesia meningkat, yang ditandai dengan pencapaian investasi negara itu pada kuartal III sebesar 871 juta dollar AS.

"Pada kuartal III 2010 sudah 871 juta dollar AS. Itu investasi meningkat pesat di luar migas," ujarnya saat ditemui di Kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Selasa (9/11/2010).

Ia menjelaskan investasi AS di Indonesia makin meningkat setiap tahun. Pada 2008 nilai investasi AS mencapai 157 juta dollar AS, pada 2009 mencapai 171 juta dollar AS dan pada kuartal III 2010 telah mencapai 871 juta dollar AS.

Hatta juga mengharapkan agar kalangan investor AS melakukan penanaman modal dalam bidang energi terbarukan sehingga potensi energi terbarukan dapat digali dan dimanfaatkan. "Kita ingin ada transfer teknologi bidang energi terbarukan, kita berharap ada investasi teknologinya maupun dalam pengelolaan energi terbarukan," kata dia.

Ia mengatakan, kedatangan Presiden AS Barack Obama ke Indonesia harus dimanfaatkan untuk peningkatan kondisi ekonomi Indonesia.

Apalagi, Hatta menambahkan, AS merupakan negara tujuan ekspor yang cukup besar bagi Indonesia dan masih banyak peluang yang dapat dikembangkan bagi kedua negara terutama dalam bidang perdagangan. "Dalam volume perdagangan dan tujuan ekspor kita, AS itu rangking dua dan selalu memberikan surplus (perdagangan) pada Indonesia dengan demikian AS adalah negara tujuan ekspor yang cukup besar," ujarnya.

Ia mengharapkan tren perdagangan antara Indonesia dan AS dapat kembali meningkat seperti pada 2008 yang mencapai 21 miliar dollar AS. "Pada 2009 memang menurun sedikit, 2010 menunjukkan tren naik lagi dan trennya akan kembali pada kondisi 2008 sekitar 21 miliar dollar AS. Dimana Indonesia selalu surplus lebih dari 5 miliar dollar AS," ujarnya.

Hatta belum mengatakan agenda apa saja yang akan dibicarakan antara pemerintah dengan Presiden Obama dalam bidang ekonomi, namun menurut dia, AS memandang Indonesia sebagai mitra yang strategis. "Itu nanti saja setelah dilakukan pembicaraan, namun kalau terkait potensi nanti para menteri yang akan membicarakan dan tentu akan di-follow up," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau