Myanmar

Pemerintah Usir Satu Wartawan Asing

Kompas.com - 09/11/2010, 21:09 WIB
YANGON, KOMPAS.com - Seorang pewarta Jepang, yang ditangkap di Myanmar sewaktu pemilihan umum di negara itu, diusir setelah bentrokan di kawasan itu, kata pejabat Myanmar pada Selasa (9/11/2010).     Toru Yamaji, pewarta lembaga berita foto dan video APF News, ditangkap sewaktu pemilihan umum pada Minggu di kota perbatasan timur, Myawaddy, tempat bentrokan mematikan antara pejuang suku dan tentara terjadi pada esoknya. "Kami telah membebaskan serta mengusirnya," kata pejabat Myanmar, yang tidak ingin disebutkan namanya, dengan menambahkan bahwa mereka tidak melakukan apa pun untuk mendakwanya, karena keadaan kacau.     APF News memastikan bahwa pewarta itu telah dibebaskan pada Selasa dan menyeberangi perbatasan menuju Thailand. "Ia mengatakan tidak ada masalah dengan kesehatannya dan pada saat ini, Toru menuju hotel terdekat," kata juru bicara.     Bentrokan di Myanmar timur, yang menewaskan setidak-tidaknya tiga warga, terjadi setelah pemilihan umum, yang dikritik keras serta diwarnai keluhan atas penekanan dan penahanan tokoh demokrasi Aung San Suu Kyi.     Menurut Pejabat Thailand, sedikit-dikitnya 20.000 warga menyeberangi perbatasan dari Myanmar ke Thailand untuk menyelamatkan diri dari kerusuhan itu.     Perwakilan politik tentara, Partai Persatuan Solidaritas dan Pembangunan, menyatakan menang mutlak pada Selasa, dengan mengatakan bahwa mereka mendapatkan 80 persen kursi, walaupun belum ada pengumuman resmi.     Penguasa menolak masuk pengawas antarbangsa dan media asing ke negara itu bagi pemilihan umum pertama setelah 20 tahun.     Pewarta Myanmar, yang bekerja bagi media asing, juga menghadapi pembatasan dalam mengunjungi tempat pemungutan suara.     Seorang pewarta Jepang bagi APF News pada 2007 tewas ditembak di Myanmar sewaktu pemberontakan gagal pimpinan biarawan.    
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau