Dampak ekonomi

Ratusan Hektar Salak Gagal Panen

Kompas.com - 10/11/2010, 04:52 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS - Hujan abu disertai pasir akibat letusan Merapi merusak jutaan tanaman salak siap panen. Petani rugi puluhan juta rupiah.

Ketua Asosiasi Petani Salak Pondoh Sleman Iskandar menuturkan, hampir semua tanaman salak di wilayah Sleman tertimbun abu dan pasir. ”Jumlah tanaman yang rusak berapa kami belum menghitung. Saat ini, petani juga masih tersebar di barak-barak pengungsian,” ujarnya, Selasa (9/11).

Saat ini, banyak tanaman salak rusak parah sehingga harus diganti. Tanaman yang masih bisa pulih harus menunggu minimal 1,5 tahun. Selama itu, para petani praktis tak bisa panen. ”Kami belum bisa menghitung berapa tanaman salak yang rusak. Soalnya petani mengungsi ke banyak tempat,” tuturnya.

Menurut Iskandar, kerugian petani akibat letusan bisa sangat besar. Mereka rugi karena kehilangan tanaman maupun tidak bisa memanen salak.

Dari sisi tanaman, misalnya, petani kehilangan modal membeli bibit dan biaya perawatan. Dengan harga bibit salak Rp 5.000 per batang, di lahan 1.000 meter persegi, petani kehilangan modal Rp 1,25 juta.

Dari sisi buah, kerugian petani lebih besar lagi. Untuk setiap batang tanaman salak, dalam sekali masa panen, petani setidaknya mendapat 10 kilogram salak.

Dengan harga salak Rp 4.000 per kg, petani kehilangan Rp 40.000 dari setiap tanaman salak. Jika ia memiliki 250 batang tanaman salak, kerugian mencapai Rp 10 juta. ”Padahal, saat ini banyak tanaman salak yang siap panen raya,” katanya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Sle- man Riyadi Martoyo menuturkan, luas lahan salak di Sleman diperkirakan 2.000 hektar. Adapun jumlah tanaman sekitar empat juta pohon.

Ia mengakui, sebagian tanaman salak memang rusak akibat terkena hujan abu dan pasir. Namun, pihaknya belum mendata jumlah tanaman rusak. ”Kami belum berani ke atas karena status Merapi masih Awas. Akan tetapi, tidak semua tanaman salak rusak; ada yang masih bisa diselamatkan,” tuturnya.

Nuryadi dari kelompok petani salak Duri Kencana Sleman mengatakan, letusan Gunung Merapi membuat 43 hektar lahan salak milik anggota rusak total. ”Tidak ada yang selamat. Semua roboh kena abu sama pasir,” ujarnya. (ARA)

 

 

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau