Jakarta, Kompas -
Munaji, pelatih road race pelatnas balap sepeda Asian Games, Selasa (9/11) mengatakan, selama proses latihan di Indonesia, dua pebalap yang akan diturunkan pada Asian Games 2010, Tonton Susanto dan Ryan Ariehaan, masih berlatih bersama. Keduanya terus berlatih di nomor road race dan individual time trial (ITT) yang akan diikuti.
Namun saat menjalani latihan di Alkmaar, Belanda, sejak 19 September 2010, fokus tim road race mulai terbentuk. ”Tonton akan fokus di nomor (ITT), sedangkan Ryan di nomor road race. Keduanya akan saling mendukung di dua nomor itu,” ujar Munaji.
Munaji mengatakan, Tonton dipilih untuk turun di nomor ITT karena memiliki konsistensi dalam kayuhan. Sementara Ryan memiliki kemampuan melakukan break atau memisahkan diri sehingga dirasakan lebih tepat turun di road race.
Dari persiapan terakhir, Ryan ataupun Tonton saat ini memiliki kecepatan kayuh rata-rata 48-49 kilometer per jam. ”Kami optimistis tim bisa menghadapi lawan yang kami waspadai, khususnya Kazakhstan dan Iran,” kata Munaji.
Untuk nomor track, pelatih nomor track Nur Rohman mengatakan, Santia Trikusuma dan Fuci Fujiyanti lebih berpeluang di nomor point race ketimbang nomor track 500 meter.
Melihat catatan waktu yang dibukukan Santia di nomor track kejuaraan Asia 2010, Santia berada di peringkat IV dengan waktu 37,58 detik di bawah Hongkong, Jepang, dan Taiwan. Sementara di nomor point race Kejuaraan Dunia 2009, Santia berada di bawah China dan Hongkong.
Setelah melalui proses latihan hampir dua bulan di Alkmaar, Belanda, Santia mencatatkan waktu 36,70 detik. Untuk bisa mengalahkan pesaing, Santia harus bisa menekan waktu hingga 35,90 detik. ”Kami optimistis Santia bisa,” tuturnya.
Akan tetapi dengan catatan pesaing pada kejuaraan sebelumnya, Santia harus bekerja keras lagi di track. Untuk itu, Nur Rohman melihat Santia lebih berpeluang di nomor point race. Dengan kecepatan kayuh yang dimiliki saat ini, ia optimistis Santia bisa merebut poin-poin sprint di nomor yang melombakan poin tersebut.