Balap sepeda

Para Pebalap Sepeda Siap Berlomba

Kompas.com - 10/11/2010, 05:50 WIB

Jakarta, Kompas - Tim balap sepeda Indonesia memastikan empat pebalap sepeda yang akan turun di empat nomor Asian Games XVI-2010 siap bertarung. Setiap pebalap membagi peran sesuai dengan kemampuan untuk merebut medali.

Munaji, pelatih road race pelatnas balap sepeda Asian Games, Selasa (9/11) mengatakan, selama proses latihan di Indonesia, dua pebalap yang akan diturunkan pada Asian Games 2010, Tonton Susanto dan Ryan Ariehaan, masih berlatih bersama. Keduanya terus berlatih di nomor road race dan individual time trial (ITT) yang akan diikuti.

Namun saat menjalani latihan di Alkmaar, Belanda, sejak 19 September 2010, fokus tim road race mulai terbentuk. ”Tonton akan fokus di nomor (ITT), sedangkan Ryan di nomor road race. Keduanya akan saling mendukung di dua nomor itu,” ujar Munaji.

Munaji mengatakan, Tonton dipilih untuk turun di nomor ITT karena memiliki konsistensi dalam kayuhan. Sementara Ryan memiliki kemampuan melakukan break atau memisahkan diri sehingga dirasakan lebih tepat turun di road race.

Dari persiapan terakhir, Ryan ataupun Tonton saat ini memiliki kecepatan kayuh rata-rata 48-49 kilometer per jam. ”Kami optimistis tim bisa menghadapi lawan yang kami waspadai, khususnya Kazakhstan dan Iran,” kata Munaji.

Untuk nomor track, pelatih nomor track Nur Rohman mengatakan, Santia Trikusuma dan Fuci Fujiyanti lebih berpeluang di nomor point race ketimbang nomor track 500 meter.

Melihat catatan waktu yang dibukukan Santia di nomor track kejuaraan Asia 2010, Santia berada di peringkat IV dengan waktu 37,58 detik di bawah Hongkong, Jepang, dan Taiwan. Sementara di nomor point race Kejuaraan Dunia 2009, Santia berada di bawah China dan Hongkong.

Setelah melalui proses latihan hampir dua bulan di Alkmaar, Belanda, Santia mencatatkan waktu 36,70 detik. Untuk bisa mengalahkan pesaing, Santia harus bisa menekan waktu hingga 35,90 detik. ”Kami optimistis Santia bisa,” tuturnya.

Akan tetapi dengan catatan pesaing pada kejuaraan sebelumnya, Santia harus bekerja keras lagi di track. Untuk itu, Nur Rohman melihat Santia lebih berpeluang di nomor point race. Dengan kecepatan kayuh yang dimiliki saat ini, ia optimistis Santia bisa merebut poin-poin sprint di nomor yang melombakan poin tersebut. (HLN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau