Doktor Honoris Causa bagi Kalla

Kompas.com - 10/11/2010, 11:37 WIB

Bandung, Kompas - Universitas Pendidikan Indonesia akan memberikan gelar doktor honoris causa di bidang kewirausahaan kepada mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Gelar ini akan diberikan atas jasa dan kiprah Kalla memajukan dunia kewirausahaan Indonesia.

”Dalam waktu dekat kami akan menetapkan waktu yang tepat untuk memberikan penghargaan ini. UPI menganggap Jusuf Kalla adalah figur yang tepat untuk menerima gelar doktor honoris causa di bidang ini,” kata Rektor UPI Soenaryo Kartadinata seusai menghadiri Konferensi Guru Internasional IV di Balai Pertemuan UPI, Bandung, Selasa (9/11).

Soenaryo mengatakan, UPI selama ini terus mengikuti kiprah Kalla dalam mengembangkan dunia wirausaha. Kalla sering menghadiri pertemuan tentang wirausaha di berbagai tempat. Namun, Soenaryo menjelaskan, prestasi Kalla bukan sekadar keberhasilan menjalankan sistem kewirausahaan yang baik, melainkan juga terkait dengan kemauannya menularkan semangat wirausaha kepada semua pihak.

”Dengan banyak fakta yang telah kami kumpulkan, UPI sepakat akan memberikan gelar doktor honoris causa bagi Jusuf Kalla. Namun, kami belum bisa menentukan waktu penyerahannya karena masih akan dilakukan pembicaraan lanjutan terkait hal ini,” tuturnya.

Penghormatan

Ditanya tanggapannya tentang pemberian gelar ini, Kalla mengatakan, hal itu tentu merupakan kehormatan baginya. Pemberian gelar itu diyakini akan terus menyemangati dirinya untuk mempromosikan dan memajukan dunia usaha mandiri masyarakat Indonesia.

”Saya mengucapkan terima kasih dan menyambut baik penghargaan itu. Pemberian gelar itu menunjukkan bahwa apa yang saya kerjakan berguna dan dihargai masyarakat,” kata Kalla.

Sementara itu, dalam kuliah umum yang diberikan di Konferensi Guru Internasional IV, Kalla mengatakan, perguruan tinggi harus ikut berperan memberikan gairah dan tantangan bagi masyarakat agar terus kreatif dan memiliki nilai tambah tersendiri.

Bila terus dikembangkan, gairah kreatif bernilai tambah itu bisa menjadi benih positif untuk menciptakan masyarakat yang unggul. Namun, Kalla mengingatkan agar perguruan tinggi tidak cukup memberikan teori kewirausahaan. Perguruan tinggi harus mampu menggali semangat kewirausahaan itu lewat praktik kerja nyata. (CHE)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau