Suku bunga

BI: Bunga Bank Nasional Belum Kompetitif

Kompas.com - 10/11/2010, 17:58 WIB

NUSA DUA, KOMPAS.com - Bank Indonesia mengungkapkan bahwa tingkat suku bunga perbankan nasional saat ini belum bisa bersaing dengan tingkat bunga perbankan negara-negara ASEAN. "Suku bunga belum bisa bersaing, tingkat bunga masih tinggi," kata Deputi Gubernur BI, Halim Alamsyah usai membuka Konferensi Perbankan ASEAN ke-18 dan Pertemuan Dewan Perbankan ASEAN di Nusa Dua Bali, Rabu (10/11/2010).

Ia menyebutkan, tingkat suku bunga perbankan nasional akan kompetitif dengan negara-negara ASEAN lain (lima negara) jika tingkat inflasi mencapai 2,0 hingga 3,0 persen.

Menurut dia, tingkat suku bunga yang masih tinggi akan menjadi masalah ketika berlaku pasar tunggal ASEAN khususnya di sektor keuangan. "Semakin dekat dengan tingkat bunga negara-negara ASEAN lain berarti semakin ada kesiapan untuk memasuki integrasi ASEAN di sektor finansial khususnya perbankan," katanya.

Halim mengaku saat ini kondisi perbankan nasional dibanding negara ASEAN lain masih tertinggal. Dilihat kedalaman finansial, Indonesia baru mencapai 30-35 persen padahal lainnya mencapai 40 hingga 70 persen.

Namun BI tetap mendorong perbankan nasional agar meningkatkan kinerja sehingga siap menghadapi integrasi pasar ASEAN. "Dari sisi regulasi kita siap karena dalam konteks aturan, kita cukup bebas sehingga punya daya saing, yang perlu mendapat perhatian dari bank adalah tingkat efisiensi," kata Halim.

Konferensi Perbankan ASEAN ke-18, seperti dikemukakan Ketua Asosiasi Bankir ASEAN, Pham Huy Hung, fokus pada upaya mencari pemecahan dan kerangka kerja untuk meningkatkan dan mempromosikan kerja sama keuangan ASEAN terkait dengan pasar tunggal ASEAN.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau