JAKARTA, KOMPAS.com — Direktorat Narkoba Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya memusnahkan barang bukti narkoba senilai Rp 50 miliar dari hasil pengungkapkan kasus peredaran narkoba.
"Narkoba yang dimusnahkan diperkirakan bernilai total Rp 50 miliar, dari hasil tiga kasus penangkapan peredaran narkoba," kata Kepala Satuan Psikotropika Ditnarkoba Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Hendra Joni, Rabu (10/11/2010) di Jakarta.
Hendra mengatakan, barang bukti narkoba itu terdiri dari 1,1 kilogram sabu, 209 butir ekstasi, dan 12 jeriken bahan pembuat sabu (prekusor). Barang bukti narkoba itu merupakan pengungkapan tiga kasus pada bulan Agustus hingga November 2010. "Terdapat lima laporan polisi dengan tujuh tersangka pengedar narkoba," ujar Hendra.
Petugas Ditnarkoba memusnahkan sabu dengan cara konvensional, yaitu disiram air basah, kemudian dibuang ke saluran pembuangan air (got). Adapun ekstasi dihancurkan menggunakan blender.
Sementara itu, Kepala Unit (Kanit) III Ditnarkoba Polda Metro Jaya Komisaris Polisi Rudi Setiawan menyatakan, salah satu barang bukti yang dimusnahkan adalah barang hasil penyelundupan dengan modus dimasukkan ke alat vital.
Sebelumnya, polisi menangkap seorang wanita asal Malaysia berinisial NRU di Hotel Acacia, Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis (4/10/2010). Petugas menyita barang bukti berupa 400 gram sabu terbalut kondom yang dimasukkan ke alat vital.
Turut menjadi barang bukti, uang tunai Rp 230.000, 25 ringgit Malaysia, satu lembar bukti menempati kamar Hotel Acacia, dan satu tiket elektronik pesawat AirAsia tujuan Kuala Lumpur-Denpasar atas nama NRU. Tersangka juga menyimpan sabu di dalam pembalut yang digunakan di balik celananya.
NRU mengaku kepada penyidik, bahwa ia mendapatkan pasokan sabu dari seorang warga Nigeria di Malaysia berinisial RJ. Warga itu masih masuk dalam daftar pencarian orang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang