Penanganan wasior

Opsi Relokasi Masih Dimatangkan

Kompas.com - 10/11/2010, 19:34 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah hingga kini belum dapat memutuskan opsi-opsi untuk pembangunan kembali Wasior, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, pascabanjir bandang yang terjadi beberapa waktu lalu.

Ada tiga pilihan yang akan diputuskan dalam rapat pekan mendatang. Tiga pilihan itu adalah relokasi sepenuhnya, atau relokasi sebagian, atau membangun sepenuhnya lokasi yang lama di Wasior bagi penduduk.

Demikian disampaikan Kepala Unit Kerja Presiden untuk Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) Kuntoro Mangkusubroto kepada pers, seusai rapat tindak lanjut rencana induk rehabilitasi dan rekonstruksi Wasior di Istana Wapres, Jakarta, Rabu (10/11/2010).

Rapat dipimpin oleh Wapres Boediono dan dihadiri sejumlah pejabat, di antaranya, Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Wakil Kepala Bappenas Lukita Dinarsyah Tuo.

"Ada pilihan-pilihan, yaitu relokasi sepenuhnya, atau sebagian, atau membangun sepenuhnya di tempat yang lama. Itulah yang masih akan dirinci dan akan dibawa lagi dalam rapat yang lebih besar dan akan diputuskan pekan depan," tandas Kuntoro.

Namun, Kuntoro tidak mau merinci mengingat semuanya masih dalam konsep dan akan diputuskan lagi.

Adapun Juru Bicara Wapres, yang juga Staf Khusus Wapres Bidang Media Massa, Yopie Hidayat menyatakan, relokasi sepenuhnya atau sebagian atau membangun kembali lokasi yang lama sebenarnya sama sulitnya. Alasannya, sulit untuk mendapatkan lokasi yang datar dan aman dengan kondisi geografis seperti di Wasior.

"Bedanya di kawasan Mentawai, sulit mencari yang tinggi dan tidak terlalu jauh dari pantai untuk merelokasi penduduk," jelas Yopie.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau