Islamabad, Rabu -
Pernyataan tersebut disampaikan seusai sidang kabinet pemerintah federal Pakistan di Islamabad, Rabu (10/11). ”(Pemerintah Pakistan) mengungkapkan keprihatinan serius dan kekecewaan mendalam atas keputusan AS mendukung India mendapat kursi keanggotaan tetap di DK PBB,” demikian bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri Pakistan.
Negara Islam yang menjadi musuh bebuyutan India selama puluhan tahun ini juga menyatakan tak bisa memahami keputusan AS tersebut. Pakistan menuduh India sebagai negara yang sering melanggar hukum internasional dan prinsip-prinsip piagam PBB, terutama dalam kaitan dengan konflik di Kashmir.
Kashmir diperebutkan oleh India dan Pakistan dan menjadi sumber tiga perang di antara kedua negara sejak mereka lepas dari penjajahan Inggris, 1947.
Dukungan AS tersebut disampaikan Presiden Barack Obama saat berpidato di hadapan parlemen India di New Delhi, Senin. Obama mengatakan mendukung DK PBB yang direformasi dan memasukkan India sebagai salah satu anggota tetap.
Para pengamat menilai, kunjungan Obama ke India dan dukungannya untuk menjadi anggota tetap DK PBB harus ditanggapi serius oleh Pakistan. ”Pakistan harus lebih realistis dan memahami peningkatan peran India di kancah internasional,” tutur pengamat politik Hasan Askari.
Saat ini DK PBB memiliki lima anggota tetap yang memegang hak veto, yakni AS, Rusia, Perancis, Inggris, dan China, ditambah 10 anggota tidak tetap. Namun, komposisi tersebut dianggap sudah tak mewakili perubahan zaman.
India bersama Jerman, Jepang, dan Brasil menuntut dimasukkan ke dalam anggota tetap DK PBB. Sebelum ini, AS baru mendukung secara terbuka pencalonan Jepang, yang langsung diprotes China.
Akan tetapi, China justru mendukung pencalonan India. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hong Lei, di Beijing, Selasa, mengatakan mendukung reformasi yang dibutuhkan di DK PBB.
”China memahami dan mendukung keinginan India untuk memainkan peran lebih besar di PBB. China bersedia untuk diajak berbicara dan bernegosiasi dengan anggota (PBB) lain, termasuk India, dalam rangka reformasi PBB dan Dewan Keamanan,” papar Hong dalam jumpa pers rutin.
China dan India sebenarnya memiliki hubungan yang tidak terlalu mulus juga. Mereka masih memiliki sengketa di kawasan perbatasan Arunachal Pradesh di kawasan pegunungan Himalaya di timur laut.