Reformasi dk pbb

Pakistan Kecewa AS Dukung India

Kompas.com - 11/11/2010, 03:22 WIB

Islamabad, Rabu - Pemerintah Pakistan menyatakan sangat kecewa dan tak bisa memahami keputusan Amerika Serikat mendukung pencalonan India menjadi anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Pernyataan tersebut disampaikan seusai sidang kabinet pemerintah federal Pakistan di Islamabad, Rabu (10/11). ”(Pemerintah Pakistan) mengungkapkan keprihatinan serius dan kekecewaan mendalam atas keputusan AS mendukung India mendapat kursi keanggotaan tetap di DK PBB,” demikian bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri Pakistan.

Keputusan

Negara Islam yang menjadi musuh bebuyutan India selama puluhan tahun ini juga menyatakan tak bisa memahami keputusan AS tersebut. Pakistan menuduh India sebagai negara yang sering melanggar hukum internasional dan prinsip-prinsip piagam PBB, terutama dalam kaitan dengan konflik di Kashmir.

Kashmir diperebutkan oleh India dan Pakistan dan menjadi sumber tiga perang di antara kedua negara sejak mereka lepas dari penjajahan Inggris, 1947.

Dukungan AS tersebut disampaikan Presiden Barack Obama saat berpidato di hadapan parlemen India di New Delhi, Senin. Obama mengatakan mendukung DK PBB yang direformasi dan memasukkan India sebagai salah satu anggota tetap.

Para pengamat menilai, kunjungan Obama ke India dan dukungannya untuk menjadi anggota tetap DK PBB harus ditanggapi serius oleh Pakistan. ”Pakistan harus lebih realistis dan memahami peningkatan peran India di kancah internasional,” tutur pengamat politik Hasan Askari.

Saat ini DK PBB memiliki lima anggota tetap yang memegang hak veto, yakni AS, Rusia, Perancis, Inggris, dan China, ditambah 10 anggota tidak tetap. Namun, komposisi tersebut dianggap sudah tak mewakili perubahan zaman.

India bersama Jerman, Jepang, dan Brasil menuntut dimasukkan ke dalam anggota tetap DK PBB. Sebelum ini, AS baru mendukung secara terbuka pencalonan Jepang, yang langsung diprotes China.

China mendukung

Akan tetapi, China justru mendukung pencalonan India. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hong Lei, di Beijing, Selasa, mengatakan mendukung reformasi yang dibutuhkan di DK PBB.

”China memahami dan mendukung keinginan India untuk memainkan peran lebih besar di PBB. China bersedia untuk diajak berbicara dan bernegosiasi dengan anggota (PBB) lain, termasuk India, dalam rangka reformasi PBB dan Dewan Keamanan,” papar Hong dalam jumpa pers rutin.

China dan India sebenarnya memiliki hubungan yang tidak terlalu mulus juga. Mereka masih memiliki sengketa di kawasan perbatasan Arunachal Pradesh di kawasan pegunungan Himalaya di timur laut.

(AP/AFP/Reuters/DHF)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau