Sakit karena Dorongan Mr.P

Kompas.com - 11/11/2010, 07:50 WIB

TANYA :

Dok saya ingin bertanya.. Saya wanita berusia 23 tahun baru menikah. Pada saat pertama kali berhubungan seksual, perut saya terasa nyeri. Pada awalnya, saya berfikir hal tersebut normal saja. Tetapi setelah beberapa waktu kemudian, rasa nyeri tersebut masih sering kali terasa, terutama pada saat mendapatkan "dorongan" mr.P.

Yang saya ingin tanyakan, apakah penyebab hal tersebut? Berbahayakah hal tersebut bagi kesuburan/kesehatan rahim? Dan bagaimana cara mengatasinya? Saya ingin cepat punya anak.. Atas jawabannya,saya ucapkan beribu terima kasih.
 
Chintya Eka Putri Wardhani (23) Magelang

JAWAB :
    
Rasa sakit atau nyeri di daerah kelamin dan sekitarnya ketika melakukan hubungan seksual dapat terjadi karena penyebab tertentu. Pertama, karena tidak cukup terangsang sehingga kelamin tidak bereaksi cukup. Kedua, karena tekanan selama berhubungan seksual yang berlangsung lama. Ketiga, karena ada radang atau infeksi.

Kalau Anda merasa sakit setiap melakukan hubungan seksual, maka harus diketahui apa penyebabnya. Karena Anda belum lama menikah, mungkin saja rasa nyeri itu akibat radang pada robekan selaput dara. Untuk mengetahui penyebab dengan pasti, diperlukan pemeriksaan lebih dulu. Tanpa pemeriksaan, hanya dugaan yang dapat dilakukan. Maka pengobatannya juga berdasarkan dugaan, sehingga tidak tepat.  

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau