Kriminalitas

Gagal Ambil Brankas, Bongkar Toko Ponsel

Kompas.com - 11/11/2010, 09:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kampus Institut Bisnis dan Informatika Indonesia yang terletak di Jalan Raya Yos Sudarso, Jakarta Utara, disatroni perampok hari Rabu (10/11/2010) sekitar pukul 02.30 WIB.

Namun, perampok yang diduga berjumlah lebih dari dua orang itu tidak berhasil mengambil brankas walaupun telah melumpuhkan tiga petugas satpam yang sedang berjaga.

Ketiga petugas satpam yang bertugas pada malam itu adalah Nasrudin (59), Supriadi (40), dan Slamet (42). Tangan mereka diikat, sementara mulut dan mata mereka diplakban.

Namun, salah seorang petugas satpam yang juga sedang piket, yakni Matsani, berhasil kabur dari sergapan perampok dan bersembunyi. Pada pukul 05.30, dia berhasil keluar dari kampus dan melapor ke Polsek Metro Tanjung Priok.

Kepala Keamanan Kampus Institut Bisnis dan Informatika Indonesia, Teguh menduga, gerombolan perampok di gedung tersebut merupakan orang dalam. ”Mereka tahu posisi brankas di dalam gedung,” kata Teguh.

Perampok masuk dengan cara memecahkan pintu kaca Gedung Administrasi dengan linggis. Tampaknya, salah seorang pelaku terluka saat memecahkan kaca karena ada bercak darah di lantai dekat pintu yang dipecahkan.

Mereka lalu mencoba mengangkat brankas. Namun, karena brankas cukup besar dan berat, akhirnya mereka hanya menggeser brankas tersebut. Mereka juga tidak berhasil membuka secara paksa brankas tersebut.

Gagal mencuri brankas itu, perampok lalu memecahkan kaca sebuah toko telepon seluler (ponsel) yang ada di lantai dasar kampus, dekat Gedung Administrasi.

Dari toko itu, perampok mengambil empat ponsel, voucer pulsa isi ulang, dan uang sebesar Rp 2 juta.

”Toko saya diacak-acak semua. Makanan yang ada di toko juga jadi berantakan. Uang hasil penjualan juga diambil,” kata Ican, pemilik toko ponsel tersebut.

Kepala Polsek Tanjung Priok Komisaris Budhi Herdi Susianto mengatakan belum bisa memastikan apakah perampokan itu dilakukan oleh orang dalam, mengingat kasus itu masih dalam penyelidikan.

”Kami masih terus mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi dan olah tempat kejadian perkara,” katanya.

Namun, Budhi yakin, bercak darah yang ditemukan adalah milik salah seorang pelaku. Ini mengingat tidak ada luka terbuka ditemukan dari para petugas satpam.

”Satpam hanya menderita luka lecet akibat ikatan tali rafia,” kata Budhi. (ARN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau