JAKARTA, KOMPAS.com - Kampus Institut Bisnis dan Informatika Indonesia yang terletak di Jalan Raya Yos Sudarso, Jakarta Utara, disatroni perampok hari Rabu (10/11/2010) sekitar pukul 02.30 WIB.
Namun, perampok yang diduga berjumlah lebih dari dua orang itu tidak berhasil mengambil brankas walaupun telah melumpuhkan tiga petugas satpam yang sedang berjaga.
Ketiga petugas satpam yang bertugas pada malam itu adalah Nasrudin (59), Supriadi (40), dan Slamet (42). Tangan mereka diikat, sementara mulut dan mata mereka diplakban.
Namun, salah seorang petugas satpam yang juga sedang piket, yakni Matsani, berhasil kabur dari sergapan perampok dan bersembunyi. Pada pukul 05.30, dia berhasil keluar dari kampus dan melapor ke Polsek Metro Tanjung Priok.
Kepala Keamanan Kampus Institut Bisnis dan Informatika Indonesia, Teguh menduga, gerombolan perampok di gedung tersebut merupakan orang dalam. ”Mereka tahu posisi brankas di dalam gedung,” kata Teguh.
Perampok masuk dengan cara memecahkan pintu kaca Gedung Administrasi dengan linggis. Tampaknya, salah seorang pelaku terluka saat memecahkan kaca karena ada bercak darah di lantai dekat pintu yang dipecahkan.
Mereka lalu mencoba mengangkat brankas. Namun, karena brankas cukup besar dan berat, akhirnya mereka hanya menggeser brankas tersebut. Mereka juga tidak berhasil membuka secara paksa brankas tersebut.
Gagal mencuri brankas itu, perampok lalu memecahkan kaca sebuah toko telepon seluler (ponsel) yang ada di lantai dasar kampus, dekat Gedung Administrasi.
Dari toko itu, perampok mengambil empat ponsel, voucer pulsa isi ulang, dan uang sebesar Rp 2 juta.
”Toko saya diacak-acak semua. Makanan yang ada di toko juga jadi berantakan. Uang hasil penjualan juga diambil,” kata Ican, pemilik toko ponsel tersebut.
Kepala Polsek Tanjung Priok Komisaris Budhi Herdi Susianto mengatakan belum bisa memastikan apakah perampokan itu dilakukan oleh orang dalam, mengingat kasus itu masih dalam penyelidikan.
”Kami masih terus mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi dan olah tempat kejadian perkara,” katanya.
Namun, Budhi yakin, bercak darah yang ditemukan adalah milik salah seorang pelaku. Ini mengingat tidak ada luka terbuka ditemukan dari para petugas satpam.
”Satpam hanya menderita luka lecet akibat ikatan tali rafia,” kata Budhi. (ARN)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang