Tahanan keluar sel

Gayus Pasti Punya "Backing"

Kompas.com - 11/11/2010, 10:11 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Meski yang bersangkutan masih terus membantah, banyak orang merasa yakin pria yang pergi menyaksikan turnamen tenis di Bali pada akhir pekan lalu itu adalah Gayus Tambunan, tersangka kasus mafia pajak yang seharusnya berada di sel tahanan Rutan Mako Brimob, Depok.

Keyakinan itu pun dilontarkan Wakil Ketua DPR  Pramono Anung. Pramono mengatakan, polisi sudah menjatuhkan sanksi kepada sejumlah perwira polisi yang terlibat. Namun, politikus senior PDI-P ini meminta polisi terus menelusuri orang yang menjamin keluarnya Gayus dari tahanan.

"Kalau lihat Gayus yang sepede itu, dan kasusnya sudah menjadi luar biasa, pasti ada yang memberikan perlindungan di baliknya. Sehingga dia bisa menonton tenis yang begitu terbuka. Dalam konteks itu, saya tidak yakin dia tidak ada yang mem-backup-nya," ungkapnya di Gedung MPR/DPR/DPD, Kamis (11/11/2010).

Menurut Pramono, Kapolri Komjen Timur Pradopo harus segera menginstruksikan kepada bawahannya untuk menelusurinya karena Gayus tengah menjadi sorotan publik yang luar biasa. Memang, keluarnya Gayus pasti memperoleh izin dari kepala rutan. Namun, orang di belakang Gayus yang menjaminnya sehingga bisa keluar bahkan sampai ke Bali, tentu harus diketahui segera.

Pramono mengaku sangat yakin pria yang sempat tertangkap kamera wartawan ini adalah Gayus meski menggunakan rambut palsu dan kacamata. Kemiripannya, menurut Pramono, mencapai 90 persen. Dia sendiri mengaku terkejut dan terperangah ketika melihat visualisasi pria yang diduga kuat Gayus itu di media massa. "Untuk melihat perbandingan yang ada kemiripannya 90 persen itu menunjukkan kesamaan," tambahnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau