Indonesia marketing competition

UI dan IM Telkom Adu Debat di FEUI

Kompas.com - 11/11/2010, 10:40 WIB

DEPOK, KOMPAS.com — Indonesia Marketing Competition (Imotion) 2010 yang diprakarsai  Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI) sudah memasuki babak final, Kamis (11/11/2010). Final lomba debat ini akan diadakan di Student Center Universitas Indonesia, Kampus UI Depok, antara tim UI melawan Institut Manajemen Telkom.

Imotion merupakan acara tahunan yang digelar FEUI, berupa Marketing Debate Competition dan Marketing Plan yang diikuti oleh berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Tahun ini, bekerja sama dengan Kompas.com, Imotion 2010 mengusung tema "Measuring The Effects of CSR on Consumer Behavior". 

"Ada empat tim universitas yang masuk semifinal Marketing Debate Competition, yaitu Institut Pertanian Bogor, Institut Manajemen Telkom, Universitas Indonesia, dan London School Public Relation," ujar Nanda, Panitia Imotion 2010, ditemui saat menggelar semifinal lomba tersebut, Rabu (10/11/2010) di Jakarta.

Sementara untuk Marketing Plan ada lima peserta yang keluar sebagai finalis, yaitu Universitas Jenderal Sudirman, UI, Universitas Pelita Harapan, Swiss German University, dan Sekolah Tinggi Manajemen Business Telkom. Nanda menambahkan, ada tiga kriteria dalam penilaian, yang pertama Matter sebesar 50 persen, yaitu bagaimana bobot materi disampaikan, pemaparan argumentasi, dan fakta-fakta yang ada.

Penilaian kedua Manner atau cara penyampaian pendapat kepada audiensi dan dewan juri dengan bobot nilai sebesar 20 persen, sedangkan penilaian ketiga, Method, yaitu menilai alur debat dengan bobot nilai sebesar 30 persen.

"Setiap peserta akan diberikan 10 tema satu hari sebelum kompetisi dimulai dan kemudian saat kompetisi dimulai tema itu akan diundi dan ditentukan tim mana yang pro dan kontra terhadap satu tema tersebut," ucap Nanda.

Nuravira, anggota tim Institut Pertanian Bogor (IPB), mengatakan, meskipun tidak masuk final, tim IPB sudah cukup puas bisa lolos sampai tahap semifinal. Menurut dia, satu hal tersulit dalam kompetisi debat adalah  cara memaparkan fakta-fakta yang benar dan pemahaman dari konsep.

"Persiapan hanya dilakukan seminggu sebelum kompetisi dimulai," ujarnya.

Babak final

Setelah melalui perdebatan yang cukup menegangkan, akhirnya tim UI dan Institut Manajemen Telkom memasuki babak final. UI diwakili  Iki Sari Dewi, Ekky Gompa Simanjuntak, dan Roderick Sibarani.

"Persiapan yang kami lakukan hanya mempelajari materi dan membaca buku-buku tentang marketing," ujar Ekky.

Menurut dia, hal tersulit dalam pertandingan debat adalah mengembangkan kasus dan dikemas dalam waktu singkat, yaitu empat menit. Dia bilang, modal utama dalam pertandingan debat adalah enjoy.

"Saat pertandingan dibawa enjoy saja, apa yang kita debatkan jangan dibawa beban,  karena kalau terbeban, semua yang ada di pikiran akan buyar," tandas Iki, yang berharap timnya bisa keluar sebagai pemenang.

Sementara itu, Institut Manajemen Telkom diwakili  Novy Vembriana Elizabeth, Desti Nirmalita, dan Indra Aditia. Desti mengatakan, timnya hanya melakukan persiapan selama seminggu. Dia mengaku, kendala yang dihadapi adalah penguasaan materi yang harus dikuasai sebelum lomba dimulai dan terjebak oleh persepsi sendiri.

"Modal utama dalam pertandingan ini adalah rasa percaya diri yang tinggi akan tema yang disampaikan dan cara mempertahankan argumentasi meski ditepis oleh tim lawan," tandas Desti, mahasiswi semester lima Jurusan Manajemen Institut Manajemen Telkom.

Desti dan kawan-kawannya mengaku senang bisa memasuki babak final. Ia juga berharap keluar sebagai pemenang, seperti tahun lalu yang sukses memboyong Imotion 2009.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau