BANTUL, KOMPAS.com — Sejak bencana tsunami Mentawai yang disusul dengan letusan Gunung Merapi, arus wisatawan ke Pantai Parangtritis turun hingga 80 persen. Hal itu diperparah dengan kejadian beberapa kali gempa di Bantul selama Merapi meletus. Penurunan tersebut berdampak pada omzet pedagang di sekitar pantai.
Dari pantauan data Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Parangtritis-Depok sejak tanggal 1 November, rata-rata pengunjung per hari selalu di bawah 1.000 orang. Padahal, dalam kondisi normal, jumlah pengunjung berkisar 1.250 orang per hari. Pada saat akhir pekan jumlah pengunjung hanya 1.700 orang, padahal biasanya menembus 10.000 orang.
"Penurunannya berkisar 80 persen. Berita bencana alam yang sedang marak membuat masyarakat mengurungkan niatnya untuk berlibur. Situasi wilayah DIY juga dinilai belum kondusif karena erupsi Merapi belum berakhir," kata Imam, petugas TPR Parangtritis-Depok.
Menurutnya, selain bahaya Merapi, masyarakat juga masih khawatir tragedi tsunami di Mentawai akan memengaruhi pergerakan lempeng di Bantul. Apalagi, selama Merapi meletus, Bantul juga diguncang beberapa kali gempa. Kawasan Parangtritis termasuk rawan tsunami. "Jadi, peristiwa tsunami di daerah lain pasti mempengaruhi psikis masyarakat," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang