Tragedi kemanusiaan

Atas Nama Politik, 700 Wanita Diperkosa

Kompas.com - 11/11/2010, 17:00 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com — Sebuah tragedi kemanusiaan dialami oleh lebih dari 700 wanita dan anak-anak. Mereka diperkosa saat Angola mengusir ribuan orang kembali ke Republik Demokratik Kongo dalam dua bulan terakhir.

Seorang wanita meninggal di rumah sakit karena luka yang diderita dalam serangan seksual.

Menurut sebuah kelompok bantuan yang bekerja di Republik Demokratik Kongo (RD Kongo) dan seorang pejabat penting PBB membuat seruan yang mendesak penyelidikan atas kasus perkosaan itu.

Diperkirakan, 7.000 orang telah tiba di RD Kongo dalam dua bulan terakhir setelah diusir oleh Angola, yang menuduh mereka merupakan imigran ilegal, menurut hitungan Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA).

"Kelompok-kelompok kemanusiaan melaporkan 6.621 orang di provinsi Kasai Barat dan 322 orang di daerah Tembo di provinsi Bandundu," menurut pernyataan OCHA.

Lembaga-lembaga swadaya masyarakat adalah pihak pertama yang memperingatkan PBB mengenai pemerkosaan pada 23 Oktober itu.

Menurut beberapa pekerja bantuan, lebih dari 600 orang di Kasai Barat mengaku mengalami tindak kekerasan seksual. Sebuah kelompok khusus telah mengunjungi wilayah itu pekan ini.

Sebuah badan kemanusiaan yang pergi ke Tembo menemukan bahwa 99 wanita dan 15 pria telah menjadi korban kekerasan seksual.

"Seorang wanita meninggal di rumah sakit karena kekerasan itu," ujar Francesco Mazzarelli dari kelompok bantuan Italia, GISP, dalam satu pernyataan.

"Tuduhan pada perlakuan kejam itu perlu diselidiki sebagai masalah yang mendesak," kata Valerie Amos, Wakil Sekjen PBB untuk Urusan Kemanusiaan dan Koordinator Bantuan Darurat PBB.

Pada Oktober 2009, kedua negara itu telah mengusir puluhan ribu orang. Banyak dari mereka terdampar di perbatasan tanpa makanan dan perlindungan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau