Suap ke rutan brimob

Wah... Polri Belum Usut soal "Gayus"

Kompas.com - 11/11/2010, 17:49 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com Berkait dengan kasus keluarnya Gayus Tambunan dari tahanan Mako Brimob, jajaran kepolisian saat ini masih fokus pada soal penyuapan terhadap petugas rutan. Akibatnya, polisi belum menyelidiki soal ke mana Gayus pergi, termasuk benar atau tidaknya dia ke Bali.

"Kami belum ke arah sana. Kami masih selidiki sembilan anggota yang terlibat," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Irjen Iskandar Hasan kepada wartawan di Mabes Polri, Kamis (11/11/2010).

Selain belum fokus pada kebenaran Gayus pergi ke Bali, polisi juga belum mendalami bukti foto orang mirip Gayus yang tengah menonton Tournament Commonwealth Bank of Champions di Nusa Dua, Bali, Jumat (5/11/2010) malam.

Kesimpulan polisi sementara ini adalah Gayus keluar rutan pada hari Jumat pagi. Gayus mendapatkan izin keluar dari rutan karena sakit dan berobat di luar rutan.

Sampai hari Sabtu (6/11/2010), Gayus diketahui belum kembali ke selnya. Kabareskrim Ito Sumardi yang mengetahui hal ini lantas memerintahkan pencarian Gayus.

Pada Sabtu malam, Gayus dicari dan ditemukan di rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara. "Ini kesimpulannya. Yang dugaan ke Bali, belum sampai ke sana," ungkap Iskandar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau