Mafia pajak

Gayus Diduga Sering Dapat Perlakuan Khusus

Kompas.com - 11/11/2010, 20:21 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com — Terdakwa mafia pajak Gayus HP Tambunan diduga sering mendapatkan perlakuan khusus di Rutan Mako Brimob. Karena itu, tim pencari fakta Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum kini sedang mengumpulkan data dan informasi untuk memberikan koreksi kepada Kapolri dan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia terkait penanganan tahanan di rutan.

"Sebelum kasus di Bali, Gayus diduga juga mendapat treatment khusus. Oleh karena itu, langkah awal mononaktifkan sembilan polisi di Rutan Brimob sangat tepat," kata anggota Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Mafia Hukum, Mas Achmad Santosa, Kamis (11/11/2010) di sela diskusi "Strategi Pemberantasan Mafia Hukum" di Surabaya.

Meski demikian, untuk mengumpulkan fakta dan informasi lebih lanjut, sejak tiga hari lalu Satgas langsung menerjunkan tim pencari fakta yang berjumlah tujuh orang. Dari hasil temuan tim pencari fakta, Satgas akan mengusulkan rekomendasi dan koreksi kepada Kapolri Jenderal (Pol) Timur Pradopo dan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menhuk dan HAM) Patrialis Akbar. "Kami tidak ingin kasus serupa terulang lagi. Kami akan segera bertemu Kapolri dan Menhukham untuk membahas hal ini," paparnya.

Menhuk dan HAM ikut tanggung jawab

Menurut Mas Achmad, Menhuk dan HAM juga harus bertanggung jawab pada keluarnya Gayus dari Rutan Mako Brimob. Masalahnya, Rutan Mako Brimob adalah salah satu cabang rutan induk Salemba yang berada di bawah kewenangan Kemhuk dan HAM.

Mas Achmad sendiri yakin foto penonton pertandingan tenis di Bali yang diambil oleh fotografer Kompas adalah Gayus. Meski demikian, kepastian apakah foto tersebut Gayus harus dibuktikan secara hukum.

"Saya sendiri empat kali pernah bertemu Gayus, yaitu saat menjemput dia di Singapura dan di pengadilan. Jika dibandingkan dengan foto di Bali, sekarang dia memang lebih gemuk. Tapi, wajahnya memang mirip," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau