JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah sedang mengkaji kemungkinan anggaran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dimanfaatkan untuk bantuan kredit konstruksi rumah bersubsidi. Hal itu guna menekan biaya produksi rumah untuk masyarakat berpenghasilan menengah bawah.
Demikian dikemukakan Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa, di Jakarta, Kamis (11/11).
Saat ini, suku bunga kredit konstruksi berkisar 14 persen. Ongkos itu dibebankan ke harga rumah. Dengan subsidi suku bunga kredir konstruksi dari FLPP, maka harga rumah diharapkan bisa ditekan setidaknya 3 persen.
"Kalau suku bunga kredit konstruksi rumah subsidi mendapat keringanan, maka harga jual rumah ke konsumen bersubsidi bisa ditekan,“ ujarnya. (Brigita Maria Lukita G)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang