JAKARTA KOMPAS
Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih mengemukakan itu dalam sambutannya pada acara Charity Golf Tournament Peduli Penglihatan dan Pendidikan di Pantai Indah Kapuk, Jakarta, Rabu (10/11).
”Di antara beberapa gangguan penglihatan tersebut, katarak merupakan penyebab utama di Indonesia yang diderita separuh dari 4 juta orang dewasa dan anak-anak. Karena itu, masalah sakit mata adalah masalah sosial,” ungkap Menkes.
Karena 80 persen dari penyebab kebutaan, termasuk katarak, dapat disembuhkan, masalah yang dihadapi saat ini adalah bagaimana membantu sebagian besar perawatan dan operasi katarak masyarakat yang kurang mampu.
Menkes mengapresiasi kehadiran filantropis Gerakan Matahati yang sejak beberapa tahun lalu ikut mengusahakan sebagian besar bantuan operasi katarak dari donasi berbagai pihak.
Ketua Persatuan Dokter Ahli Mata (Perdami) Nila Moeloek menyatakan, keterlibatan dokter-dokter mata dalam Gerakan Matahati berupa pemeriksaan dan operasi mata dengan cuma-cuma. ”Itulah balas jasa kami kepada rakyat,” ungkap dr Nila
Pandji Wisaksana, Ketua Pembina Yayasan Lions Indonesia, salah satu penyelenggara turnamen dan penasihat Gerakan Matahati, menambahkan, sudah lebih dari 5.000 operasi katarak dilakukan Gerakan Matahati. Pada 2011, ditargetkan bisa mencapai 10.000 operasi. Dana yang terkumpul dari acara yang diikuti lebih dari 100 pegolf itu disumbangkan untuk Gerakan Matahati dan korban Merapi.