Untuk tahap awal, PT Nissan Motor Indonesia memperkenalkan dua model yang dianggap memiliki peluang pasar cukup kuat di Indonesia, yakni Infiniti FX50, sebuah sport utility vehicle
Guna mewakili citra Infiniti sebagai merek mobil papan atas, PT Nissan Motor Indonesia memilih Bvlgari Hotels and Resorts, Uluwatu, Bali, sebagai tempat acara Infiniti Design Presentation diselenggarakan.
FX50 menyandang mesin bensin berkapasitas 5.0 Liter, 8 silinder dalam konfigurasi V (V8). Mesin itu menghasilkan tenaga maksimum 390 PS dan torsi maksimum 500 Nm. Tenaga dan torsi mesin itu disalurkan melalui persneling otomatik dengan tujuh tingkat kecepatan yang dilengkapi manual mode ke keempat roda yang menggunakan penggerak empat roda pintar (intelligent all wheel drive). FX50 mampu berakselerasi dari 0-100 kilometer per jam dalam waktu 5,8 detik. Sangat cepat untuk ukuran sebuah SUV.
Sementara G37 Coupe menyandang mesin bensin berkapasitas 3.7 Liter, V6, yang menghasilkan tenaga maksimum 320 PS dan torsi maksimum 360 Nm. Tenaga dan torsi mesin itu disalurkan ke roda belakang melalui persneling manual dengan enam tingkat kecepatan, atau persneling otomatik dengan tujuh tingkat kecepatan yang dilengkapi manual mode. G37 Coupe mampu berakselerasi dari 0-100 kilometer per jam dalam waktu 5,8 detik (untuk yang berpersneling manual) dan 5,9 detik (untuk yang berpersneling otomatik).
Kedua model ini baru akan tersedia di pasar pada bulan Februari 2011. Di luar kedua model ini, Infiniti juga memiliki model-model lain, seperti Infiniti M, Infiniti EX, dan Infiniti G sedan.
Tiga pilar Infiniti
Dalam ceramahnya, Shiro Nakamura mengemukakan, sebagai mobil yang bermain di segmen papan atas, Infiniti mengusung semangat dari keahlian (pengerjaan) atau craftsmanship Jepang modern, sihir dari keramahtamahan Jepang, dan perhatian yang obsesif kepada detail (kerapian pengerjaan).
Kendati disebutkan keahlian (pengerjaan) Jepang modern, tidak berarti sepenuhnya asli Jepang. Mobil pertama dibuat di Eropa dan produksi mobil secara massal dimulai di Amerika, Jepang mempelajarinya, mengembangkannya, dan menggabungkan elemen-elemen yang berbeda.
Di dalam desain, Infiniti memiliki tiga pilar, yakni keasyikan berkendara (driving pleasure), keramahtamahan (hospitality), dan kedamaian (peace of mind). Tiga pilar ini juga diterapkan dalam desain Infiniti Essence yang merupakan mobil konsep.
Dalam mendesain, semuanya bermula dari sebuah garis lurus dan inspirasinya diambil dari alam, khususnya hal-hal di alam yang bersifat dinamis, misalnya yang berhubungan dengan gelombang laut atau kontur pasir pantai yang dibentuk oleh kekuatan angin. Dan, kalau mengambil inspirasi dari binatang, binatang itu berkaki empat (sama seperti mobil yang beroda empat) dan mampu berlari dengan sangat cepat, misalnya cheetah, harimau, atau singa.
Yang dimaksudkan dengan keasyikan berkendara bersangkut paut dengan performa (performance) mobil. Sementara itu, keramahtamahan Jepang dapat dirasakan mulai dari saat membuka pintu, melalui keyless entry, kursi-kursi yang ergonomis, kabin dan interior yang minimalis dan bercita rasa tinggi, sampai semua tombol dan tuas berada dalam jangkauan pengendara. Kedamaian bersangkut paut dengan keamanan dan kenyamanan saat berkendara.
Menurut Nakamura, individualitas itu menjadi kata kunci di kalangan atas mengingat bagi mereka berbeda dengan orang lain menjadi hal yang sangat penting. Itu sebabnya, dalam mendesain Infiniti ia dan segenap anggota timnya membuat mobil yang dapat mengekspresikan individualitas dari pemiliknya serta memiliki performa yang tinggi, gaya (style) yang menawan, dan asyik dikendarai.
Bagi kalangan ini, sebuah mobil harus memiliki gaya yang menawan, performa sport, dan ketangguhan walaupun sebagian besar di antara mereka sesungguhnya tidak memerlukannya mengingat mereka hanya menggunakan mobil itu untuk melakukan kegiatan sehari-hari di kota.
Menjawab pertanyaan, Shiro Nakamura mengatakan, ia yakin Infiniti akan diterima dengan baik di kalangan atas Indonesia mengingat kalangan atas di negara mana pun secara umum memiliki banyak kesamaan dalam hal selera.
Infiniti pertama kali dipasarkan ke Amerika pada tahun 1989 dan penjualannya cukup sukses. Setelah sukses di Amerika, Infiniti kemudian memasuki Timur Tengah pada tahun 2002, Korea Selatan (2005), China (2007), dan Indonesia (2011).