Infiniti fx50 dan infiniti g37 coupe

Siap Masuk Pasar Mobil

Kompas.com - 12/11/2010, 05:26 WIB

Pekan lalu, PT Nissan Motor Indonesia memperkenalkan dua model Infiniti, merek mobil papan atas keluaran Nissan. Kedua model Infiniti itu akan bermain di pasar mobil papan atas yang saat ini ditempati Mercedes Benz, BMW, Audi, dan Lexus, merek mobil papan atas Toyota yang masuk tahun 2007.

Untuk tahap awal, PT Nissan Motor Indonesia memperkenalkan dua model yang dianggap memiliki peluang pasar cukup kuat di Indonesia, yakni Infiniti FX50, sebuah sport utility vehicle (SUV), dan Infiniti G37 Coupe, sebuah coupe sport. Kedua model itu diperkenalkan melalui acara Infiniti Design Presentation yang dihadiri Shiro Nakamura, Senior Vice President and Chief Creative Officer Nissan Motor Company Limited.

Guna mewakili citra Infiniti sebagai merek mobil papan atas, PT Nissan Motor Indonesia memilih Bvlgari Hotels and Resorts, Uluwatu, Bali, sebagai tempat acara Infiniti Design Presentation diselenggarakan.

FX50 menyandang mesin bensin berkapasitas 5.0 Liter, 8 silinder dalam konfigurasi V (V8). Mesin itu menghasilkan tenaga maksimum 390 PS dan torsi maksimum 500 Nm. Tenaga dan torsi mesin itu disalurkan melalui persneling otomatik dengan tujuh tingkat kecepatan yang dilengkapi manual mode ke keempat roda yang menggunakan penggerak empat roda pintar (intelligent all wheel drive). FX50 mampu berakselerasi dari 0-100 kilometer per jam dalam waktu 5,8 detik. Sangat cepat untuk ukuran sebuah SUV.

Sementara G37 Coupe menyandang mesin bensin berkapasitas 3.7 Liter, V6, yang menghasilkan tenaga maksimum 320 PS dan torsi maksimum 360 Nm. Tenaga dan torsi mesin itu disalurkan ke roda belakang melalui persneling manual dengan enam tingkat kecepatan, atau persneling otomatik dengan tujuh tingkat kecepatan yang dilengkapi manual mode. G37 Coupe mampu berakselerasi dari 0-100 kilometer per jam dalam waktu 5,8 detik (untuk yang berpersneling manual) dan 5,9 detik (untuk yang berpersneling otomatik).

Kedua model ini baru akan tersedia di pasar pada bulan Februari 2011. Di luar kedua model ini, Infiniti juga memiliki model-model lain, seperti Infiniti M, Infiniti EX, dan Infiniti G sedan.

Tiga pilar Infiniti

Dalam ceramahnya, Shiro Nakamura mengemukakan, sebagai mobil yang bermain di segmen papan atas, Infiniti mengusung semangat dari keahlian (pengerjaan) atau craftsmanship Jepang modern, sihir dari keramahtamahan Jepang, dan perhatian yang obsesif kepada detail (kerapian pengerjaan).

Kendati disebutkan keahlian (pengerjaan) Jepang modern, tidak berarti sepenuhnya asli Jepang. Mobil pertama dibuat di Eropa dan produksi mobil secara massal dimulai di Amerika, Jepang mempelajarinya, mengembangkannya, dan menggabungkan elemen-elemen yang berbeda.

Di dalam desain, Infiniti memiliki tiga pilar, yakni keasyikan berkendara (driving pleasure), keramahtamahan (hospitality), dan kedamaian (peace of mind). Tiga pilar ini juga diterapkan dalam desain Infiniti Essence yang merupakan mobil konsep.

Dalam mendesain, semuanya bermula dari sebuah garis lurus dan inspirasinya diambil dari alam, khususnya hal-hal di alam yang bersifat dinamis, misalnya yang berhubungan dengan gelombang laut atau kontur pasir pantai yang dibentuk oleh kekuatan angin. Dan, kalau mengambil inspirasi dari binatang, binatang itu berkaki empat (sama seperti mobil yang beroda empat) dan mampu berlari dengan sangat cepat, misalnya cheetah, harimau, atau singa.

Yang dimaksudkan dengan keasyikan berkendara bersangkut paut dengan performa (performance) mobil. Sementara itu, keramahtamahan Jepang dapat dirasakan mulai dari saat membuka pintu, melalui keyless entry, kursi-kursi yang ergonomis, kabin dan interior yang minimalis dan bercita rasa tinggi, sampai semua tombol dan tuas berada dalam jangkauan pengendara. Kedamaian bersangkut paut dengan keamanan dan kenyamanan saat berkendara.

Menurut Nakamura, individualitas itu menjadi kata kunci di kalangan atas mengingat bagi mereka berbeda dengan orang lain menjadi hal yang sangat penting. Itu sebabnya, dalam mendesain Infiniti ia dan segenap anggota timnya membuat mobil yang dapat mengekspresikan individualitas dari pemiliknya serta memiliki performa yang tinggi, gaya (style) yang menawan, dan asyik dikendarai.

Bagi kalangan ini, sebuah mobil harus memiliki gaya yang menawan, performa sport, dan ketangguhan walaupun sebagian besar di antara mereka sesungguhnya tidak memerlukannya mengingat mereka hanya menggunakan mobil itu untuk melakukan kegiatan sehari-hari di kota.

Menjawab pertanyaan, Shiro Nakamura mengatakan, ia yakin Infiniti akan diterima dengan baik di kalangan atas Indonesia mengingat kalangan atas di negara mana pun secara umum memiliki banyak kesamaan dalam hal selera.

Infiniti pertama kali dipasarkan ke Amerika pada tahun 1989 dan penjualannya cukup sukses. Setelah sukses di Amerika, Infiniti kemudian memasuki Timur Tengah pada tahun 2002, Korea Selatan (2005), China (2007), dan Indonesia (2011). (JL)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau