Gara-gara diklakson

Satpam Diskotek Mengamuk, Tusuk Sopir

Kompas.com - 12/11/2010, 09:24 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Dua petugas keamanan diskotek di kawasan Tamansari, Jakarta Barat, mengamuk. Bahkan seorang di antaranya menghujamkan pisau ke leher Sukari (28), sopir bajaj. Hal itu dipicu akibat kedua satpam itu diklakson berkali-kali oleh Sukari.

Peristiwa itu terjadi di tengah kemacetan lalu lintas di kawasan Pasar Pagi, Jalan Asemka, Jakarta Barat, Kamis (11/11/2010) sore.

Saat itu bajaj bernomor B 2512 DM yang dikemudikan Sukari terselip di antara ratusan kendaraan bermotor yang terjebak kemacetan. Persis di depannya terdapat mobil Honda Jazz merah bernomor polisi B 1397 QL yang dinaiki dua lelaki.

Dalam keadaan macet seperti itu, sopir bajaj biasanya kerap mengambil jalan pintas. Demikian pula Sukari. Sambil mencoba selap-selip mencari jalan, dia terus membunyikan klakson bajajnya.

Tindakan Sukari itu memancing emosi orang-orang yang ada di mobil Honda Jazz. Saking kesalnya, pria yang duduk di samping pengemudi turun dan menghampirinya. Dia memarahi Sukari. Karena tak terima, Sukari membalas.

Tampaknya pria yang turun dari Honda Jazz itu enggan berdebat lama-lama. Setelah melontarkan serangkaian umpatan, dia mengambil sebilah pisau dari balik bajunya. Lalu, bress... pisau itu menembus leher Sukari.

Tusukan telak itu tentu saja membuat si sopir bajaj tak mampu lagi berdebat. Dia hanya bisa mengerang kesakitan.

Penusukan tersebut sontak mendapat reaksi dari orang-orang yang ada di sekitar tempat kejadian. Mereka kemudian beramai-ramai mendatangi mobil Honda Jazz yang belum beranjak jauh lantaran jalanan macet. Mereka lalu meminta kedua orang yang ada di mobil itu keluar.

Karena kedua orang itu menolak, mereka marah. Massa lalu memecahkan kaca mobil. Tak cukup sampai di situ, mereka juga membalikkan mobil tersebut. Amarah mereka nyaris tak terbendung jika tidak ada beberapa polisi yang segera datang ke lokasi kejadian.

Para petugas Polsektro Tambora yang datang itu lalu membubarkan massa. Setelah itu, mereka membawa kedua pria tadi berikut Honda Jazznya ke Mapolsektro Tambora. Adapun Sukari dibawa ke rumah sakit terdekat.

Kapolsektro Tambora Kompol Heri Dian membenarkan adanya peristiwa tersebut. "Kami masih memeriksa kasus ini. Tunggu saja," katanya.

Heri mengatakan, kedua pria tersebut ditahan di Mapolsektro Tambora. Mereka adalah SJN dan UD. Keduanya tercatat sebagai warga Krendang, Tambora, dan bekerja sebagai penjaga keamanan diskotek di kawasan Tamansari, Jakarta Barat. (tos)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau