Penjaga rutan brimob bisa "dibeli"

Kapolri Diuji dengan Kasus Gayus

Kompas.com - 12/11/2010, 10:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Keberanian tersangka kasus mafia pajak Gayus Tambunan untuk keluar dari Rumah Tahanan Markas Komando Brimob Kelapa Dua, Depok merupakan ujian bagi keberanian Kepala Polri baru Jendral Timur Pradopo.

Kasus ini sekaligus menjadi tantangan bagi Timur untuk serius mereformasi rumah tahanan atau lembaga permasyarakatan. Menurut Wakil Ketua MPR RI Lukman Hakim, mudahnya Gayus keluar masuk rutan merupakan pukulan yang luar biasa bagi Polri.

Di samping itu, masyarakat tentu amat kecewa dan juga marah melihat fenomena tersebut. Kasus ini membuktikan rumor atau isu yang menyatakan otoritas kekuasaan lembaga pemasyarakatan dan rutan bisa dipermainkan dengan imbalan uang.

"Tidak ada pilihan untuk betul-betul serius membenahi ini bagi Kapolri baru. Harus betul-betul serius. Kalau tidak, masyarakat tak akan semakin tak percaya," katanya di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jumat (12/11/2010).

Kasus Gayus yang kini menjadi perhatian masyarakat seharusnya memaksa Kapolri untuk serius menaruh perhatian dalam penuntasannya. Hal itu seharusnya dibuktikan dengan tidak menghentikan pembongkaran praktik korup tersebut hanya dengan menjatuhkan sanksi kepada sembilan aparat di rutan.

"Harus diusut tuntas. Karena ini rahasia umum ada tahanan yang keluar masuk. Harus betul-betul serius untuk melakukan reformasi rumah tahanan," tegasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau