Kasus 'bebasnya' gayus

Serikat Pengacara Minta Buyung Mundur

Kompas.com - 12/11/2010, 15:04 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Serikat Pengacara Rakyat (SPR) meminta Adnan Buyung Nasution selaku pengacara Gayus Tambunan mengundurkan diri karena kasus pelesiran Gayus ke Bali benar-benar telah mencoreng dunia penegakan hukum di Indonesia.

Juru bicara SPR, Habiburokhman, dalam keterangan persnya di Jakarta, Jumat (12/11/2010), mengatakan, seseorang yang diduga terlibat mafia hukum dan mafia pajak ternyata bisa kembali melakukan aktivitas "kemafiaan" pada saat dia menjalani proses hukum.

"Sudah menjadi rahasia umum bahwa selama ini memang ada fasilitas-fasilitas khusus bagi tahanan atau narapidana berduit di lembaga pemasyarakatan, seperti yang dinikmati Gayus tersebut," kata Habiburokhman.

Menurut dia, yang patut disesalkan adalah keberadaan advokat senior Adnan Buyung Nasution sebagai penasihat hukum Gayus ternyata sama sekali tidak mengubah perilaku Gayus Tambunan.

Awal penanganan kasus Gayus beberapa bulan lalu, Adnan Buyung mengatakan, bahwa dia akan menjadi pengacara Gayus demi membongkar kasus mafia hukum yang melibatkan Gayus.

"Bahkan, Adnan selain memberikan pembelaan hukum, juga meyakinkan Gayus untuk meninggalkan praktik-praktik mafia hukum, termasuk 'membeli fasilitas-fasilitas khusus' di dalam penjara," tuturnya.

Habiburokhman mengatakan, Adnan Buyung bisa membuat perjanjian penanganan perkara dengan Gayus yang di dalamnya ada kesepakatan khusus untuk tidak melakukan tindakan-tindakan yang bertentangan dengan hukum selama penanganan perkara.

Secara etika sangat tidak pantas seorang advokat membela kepentingan hukum kliennya, tetapi pada saat yang sama dia membiarkan kliennya tetap melakukan praktik yang melanggar hukum.

Patut diduga bahwa fasilitas "pelesir" yang dinikmati Gayus bukanlah satu-satunya fasilitas khusus yang dinikmati Gayus selama mendekam di dalam penjara.

"Apabila Adnan Buyung tidak mundur dari posisinya sebagai pengacara, maka hal itu adalah contoh buruk bagi advokat Indonesia," ujar Habiburokhman.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau