Korban merapi

11.099 Ternak Belum Bisa Teridentifikasi

Kompas.com - 12/11/2010, 17:27 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Sebanyak 11.099 ternak di kawasan Gunung Merapi, yaitu Kecamatan Turi, Cangkringan, dan Pakem, Kabupaten Sleman, belum berhasil diidentifikasi pasca-letusan Gunung Merapi pada 26 Oktober dan 5 November 2010.

"Sebanyak 11.099 ternak sapi, kambing, dan domba hingga Kamis malam belum dapat diidentifikasi," kata Kepala Dinas Pertanian Provinsi DIY Nanang Suwandi di Yogyakarta, Jumat (12/11/2010).

Hingga kemarin malam, Dispertan DIY baru berhasil mendata jumlah ternak mati, yaitu sebanyak 1.548 ekor dan ternak yang berhasil dievakuasi dari kawasan rawan bencana sebanyak 1.358 ekor.

"Jumlah populasi awal ternak di tiga kecamatan rawan bencana sebanyak 13.005 ekor. Jumlah terbanyak ada di Pakem, yaitu 5.367, Cangkringan 4.621, dan Turi 3.017 ekor," katanya.

Ternak yang berhasil dievakuasi ditampung di 31 titik penampungan. Di antaranya di Youth Center, Maguwoharjo, dan Lapangan Fakultas Peternakan UGM.

"Persediaan hijauan pakan ternak hanya cukup untuk 10 hari ke depan. Untungnya bantuan pakan dari luar Yogyakarta terus mengalir. Hari ini datang lima ton pakan dari Baturaden," katanya.

Selain itu, menurut dia, produksi susu sapi di Kabupaten Sleman juga menurun drastis hingga lebih dari 50 persen.

"Misalnya dua koperasi susu perah binaan Dispertan DIY, Sarana Makmur dan Warga Mulia, masing-masing hanya mampu menyetor sekitar 1.000 dan 2.000 liter susu sapi per hari. Anjlok 50 persen dibanding saat normal. Koperasi lain pun juga begitu," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau