Abu merapi terus turun

Kerugian Petani Makin Besar

Kompas.com - 12/11/2010, 17:49 WIB

GIANYAR, KOMPAS.com - Kerusakan yang mengakibatkan kerugian material di sektor pertanian, peternakan, serta holtikultura akibat erupsi Gunung Merapi di wilayah DI Yogyakarta dan Jawa Tengah dikhawatirkan terus bertambah seiring masih tingginya aktivitas gunung itu. Dana pemulihan di sektor pertanian bahkan diprediksi lebih besar dari yang digunakan pascagempa di dua daerah itu tahun 2006 yang mencapai Rp 2,7 triliun.

Wakil Menteri Pertanian, Bayu Krisnamurti, menyatakan Kementerian Pertanian belum dapat memastikan angka kerusakan maupun kerugian yang harus diderita petani dan peternak akibat erupsi Merapi.

"Angkanya terus kita perbarui berdasarkan laporan di lapangan setiap harinya. Maka dari itu, angka-angka itu belum dapat kami beberkan kepada publik hingga fase tanggap darurat ini dinyatakan selesai," kata Bayu seusai menggelar dialog dengan petani di Gianyar, Bali, Jumat (12/11/2010).

Bayu mengungkapkan , guyuran abu vulkanik dari letusan Merapi di sejumlah wilayah telah membuat sektor pertanian sangat terpuruk, terutama pertanian holtikultura berupa rusaknya ribuan hektar perkebunan salah pondoh, kelapa, dan sayur-sayuran. Kondisi serupa juga menimpa sektor peternakan, seperti perikanan dan ayam pedaging maupun petelur.

Bayu memastikan dana pemulihan akibat letusan Merapi kali ini akan lebih besar dari letusan-letusan Merapi sebelumnya, bahkan kuat diduga lebih besar daripada dana pemulihan yang dibutuhkan akibat gempa di dua wilayah itu tahun 2006 silam. Selain dana, waktu pemulihan juga dikhawatirkan akan lebih panjang daripada yang diperkirakan sebelumnya, mengingat hingga kini abu vulkanik masih terus mengguyur sejumlah wilayah.

 

 

 

 

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau